NEWS UPDATE

Iwan Fals Gugat Setiawan Djody, Inilah Penyebabnya

";
Iwan Fals Gugat Setiawan Djody, Inilah Penyebabnya

POROS.ID. - Kisruh Iwan Fals (54) dengan Kanjeng Pangeran Haryo Salahuddin Setiawan Djody Nur Hadiningrat (66) alias Setiawan Djody di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat berawal karena kesalah pahaman saja. Secara personal, hubungan Iwan dan Djody yang sama-sama tergabung di Band Kantata Barock itu tidak terganggu meski ada perkara gugatan perdata di PN.

Hal tersebut disampaikan Alfons Pohan, kuasa hukum PT Airo Swadaya Stupa milik Djody, dan Sugiarto, kuasa hukum PT Tiga Rambu milik Anissa Cikal Rambu Bassae (30), putri kedua Iwan dan Rosana alias Yos, setelah sidang lanjutan perkara gugatan wanprestasi digelar di PN Jakarta Barat, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (30/9/2015) siang.

“Sebenarnya ini hanya masalah salah paham antara mereka, Bang Iwan dan Pak Djody. Mereka kan berteman semua. Bang Iwan dan Pak Djody hanya salah paham,” kata Alfons, kemarin. Sidang ke-10 itu mengagendakan pembuktian terkait dugaan wanprestasi yang dilakukan PT Airo Swadaya Stupa terhadap Iwan Fals dan PT Tiga Rambu terkait konser Kantata Barock.

Konser Kantata Barock digelar meriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, 30 Desember 2011. PT Airo Swadaya Stupa adalah event organizer sekaligus promotor yang menggelar konser itu. Sedangkan PT Tiga Rambu merupakan manajemen yang mengurusi jadwal pekerjaan manggung Iwan Fals dan menandatangani kontrak Iwan di konser tersebut.

Menurut Alfons, pertemanan dekat dan akrab Iwan dengan Djody memang sempat menjadi renggang gara-gara persoalan hukum tersebut. Di dalam kontrak kerja sama penyelenggaraan konser Kantata Barock di Pasal 21 poin 4 ada klausul yang menyebutkan, apabila tayangan konser diputar di televisi nasional atau lokal, pihak tergugat (PT Airo Swadaya Stupa) wajib membayarkan kompensasi ratusan juta kepada PT Tiga Rambu dan Iwan.

Berapa jumlah pasti kompensasi itu, Alfons tidak bersedia mengungkapkannya. “Ujung-ujungnya adalah duit. Temenan bisa rusak gara-gara duit. Pak Djody juga sempat kaget mendengar kabar ini,” kata Alfons. Sebelum masalah itu diperkarakan PT Tiga Rambu ke PN Jakarta Selatan, Alfons sudah berupaya menyelesaikan melalui cara kekeluargaan.

Namun, upaya itu tak membuahkan hasil baik. “Masalah jumlah uang saja yang mau diperkarakan. Mungkin karena nggak cocok jumlahnya, lalu mereka mengajukan gugatan perdata ini,” jelas Alfons.

Pertanyakan Komitmen

Ditemui ditempat yang sama, Sugiarto menyatakan, persoalan itu bukan soal uang kompensasi. “Kami, PT Tiga Rambu, tidak menitikberatkan pada materi kerugian. Ini hanya komitmen saja. Kami telah bekerja sama, saling percaya, dan ternyata kepercayaan itu disalah artikan dan dilanggar oleh tergugat,” kata Sugiarto.

Selama satu tahun, PT Tiga Rambu dan Iwan Fals coba menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan. Tapi, usaha itu tak tercapai. “Akhirnya kami gugat ke pengadilan sebagai langkah penyelesaian terakhir,” ucap Sugiarto yang mengaku hanya mempertanyakan komitmen PT Airo Swadaya Stupa terhadap perjanjian kerjasama konser.

Menurut Sugiarto, telah terjadi wanprestasi yang dilakukan PT Airo terhadap isi kerja sama yang ditandatangani bersama PT Tiga Rambu dan Iwan Fals. “Ada penayangan tanpa seizin Bang Iwan Fals dan keluarga. Kami kebetulan melihat, lebih dari lima-enam kali konser Kantata Barock diputar di televisi,” kata Sugiarto.

Di persidangan kemarin, hanya dua video yang berhasil direkam Cikal dan saksi lain dan diperlihatkan ke majelis hakim. Meski terus berperkara, tidak menutup kemungkinan Sugiarto dan Alfons membicarakan perdamaian di tengah persidangan. “Masalah ini ada bukan karena persoalan individu antara Bang Iwan dan Pak Djody, tetapi perusahaannya. Sama sekali tidak ada masalah pribadi,” jelasnya. (Red)




Komentar Via facebook