Home Berita Utama PT Nindya Karya dan Dishubkominfo Banten Saling Tuding Penyebab Jalan Rusak

PT Nindya Karya dan Dishubkominfo Banten Saling Tuding Penyebab Jalan Rusak

52740
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID.Cilangkahan - Perbaikan ruas jalan Banjarsari-Malingping ternyata tidak bertahan lama. Beton yang baru saja digelar untuk membangun jalan, sekarang sudah rusak lagi, kerusakan terjadi tepatnya di ruas jalan Kp. Cilajim Desa Senanghati Kec. Malingping.

 

Hasil dari pantauan poros.id ruas jalan tersebut banyak yang sudah retak, dan keretakan terjadi hampir sepanjang 2 KM. Padahal pembangunan jalan belum rampung semuanya.

 

Mukayan Supervisor PT. Nindya Karya selaku pelaksana pembangunan jalan, ketika dikonfirmasi terkait kerusakan jalan tersebut mengatakan, bahwa kerusakan jalan salahsatunya akibat kendaraan melebihi kapasitas (over tonnage), Kamis (1/10/2015).

 

“Salah satu penyebab rusaknya jalan Kp. Cilajim Desa Senanghati karena kendaraan berat melebihi kapasitas melintasi jalan tersebut, padahal jalan belum kering 100 persen,” ujarnya.

 

“Kalau kualitas beton ini sudah yang terbaik, buktinya di tempat lain tidak ada kerusakan, dan kami juga akan segera memperbaiki ruas jalan tersebut, tim kami sudah ke lokasi untuk memperbaikinya,” lanjut Mukayan.

Baca juga : Pembangunan Ruas Jalan Banjarsari Malingping Baru Dua Bulan Sudah Rusak Lagi

 

Dihubungi melaui telepon selullar Kadishubkominfo Provinsi Banten Revrie Aroes, Seolah tak mau disalahkan dan tidak mampu tertibkan Kendaraan melebihi kapasitas, dia mengatakan kerusakan jalan yang terjadi karena kualitas jalan yang buruk. "Itu sudah pasti disebabkan karena kualitas jalan yang buruk, iya dong, kalau kualitasnya bagus kan gak mungkin langsung retak sepanjang 2 Km seberat apapun kendaraan yang melintas,"  ungkapnya.

 

Terkait soal pertiban kendaran melebihi kapasitas (over tonnage) yang membandel dan melintasi jalan di selatan. Pihaknya masih menunggu anggaran.

"Mau gimana dong pak, orang anggarannya belum turun, kami gak bisa kerja kalo anggarannya belum turun, dan mudah-mudahan oktober ini sudah turun, Sekarang lagi dibahas sama Dewan,” pungkas Revri. (Eggi/Red)