Home Berita Utama Mahasiswa dan Warga Kepung Kantor Rano

Mahasiswa dan Warga Kepung Kantor Rano

21786
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID Serang - Gelombang massa  silih berganti menghiasi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), setelah aksi Aliansi Masyarakat Banten Bersatu turun ke jalan, gelombang massa kembali datang dari elemen mahasiswa, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Gampar) melakukan orasi secara bergantian. Kamis (3/9/2015)

Dalam aksinya, mahasiswa mengaku kecewa atas kepemimpinan Rano karno sebagai Gubernur Banaten, pasca tumbangnya kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah sebagai orang nomor satu di Banten, masyarakat berharap perubahan kearah yang lebih baik bisa terjadi di bawah kepimpinan Rano, namun Mahasiswa menilai harapan tersebut hanya menjadi isapan jempol belaka, karena pola kepemimpinan Rano Karno dituding membuat Banten kian terpuruk

“Harapan hanya sebuah harapan, kondisi Banten ternyata tidak kunjung membaik, kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan APBD masih menjadi permasalahan yang tidak kunjung usai, Kita dibohongi lagi. Banten semaikn menangis, Banten kita semakin memburuk, permasalahan yang tidak akan pernah selesaii," Kata Nedi.

Dalam orasinya, Nedi kembali menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dia peroleh, kemiskinan di Banten sejak tahun 2012 hingga tahun 2013 terus meningkat. "Dengan umur yang cukup lama menjadi pemimpin Banten, semestinya Rano dapat lebih progres dalam menangani segala program yang diunggulkan. Ini tidak, karena pemimpin kita bodoh, tidak bisa bekerja dan lebih senang membuat konflik, turunkan Rano,” teriaknya lagi.

unjukrasa yang diwarnai aksi saling dorong dengan aparat kepolisian ini berakhir ricuh,  Ratusan polisi dari Kepolisian Daerah Banten memaksa mundur mahasiswa dengan water cannon. Sejumlah mahasiswa nampak tersungkur ke tanah akibat terkena water canon.

Akibat bentrokan ini, sejumlah mahasiswa dan warga mengalami luka-luka akibat saling dorong dan siraman water canon. Massa Aksi mekaku menyayangkan terjadinya insiden tersebut, Pasalnya terdapat korban luka-luka dari pihak pendemo yang terkena pukulan polisi. (ndy)