NEWS UPDATE

Terkait Korupsi Jamkesmas, Mulyadi Jayabaya Diperiksa Kejati

";
Terkait Korupsi Jamkesmas, Mulyadi Jayabaya Diperiksa Kejati
Foto: Morry Cahaya.co

POROS.ID. Serang – Ketua KADIN Banten yang juga Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya atau yang kerap disapa JB, diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Selasa (16/6/2015).

Ayah dari Bupati Lebak ini, diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten sebagai saksi atas dugaan korupsi penggunaan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tahun 2008-2011 sebesar Rp 25 miliar di RSUD Adjidarmo, Kabupaten Lebak, Banten.

JB diperiksa selama 1,5 jam di ruang Penyidikan Pidsus Kejati Banten, sebagai saksi atas  tersangka kasus korupsi penggunaan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yakni Direktur RSUD dr Adjidarmo, Indra Lukmana.

JB yang datang mengenakan kemeja putih, menyempatkan untuk berjabat tangan dengan dua awak media.

 “Iyeu nganter si Lukman (Direktur RSUD dr Adjidarmo, Indra Lukmana),” kata Mulyadi Jayabaya sambil meninggalkan awak media dengan Sebuah Mercedes Benz putih dengan plat nomor A 1745. “Man, urus budak tah karunya,” ujar JB kepada Indra Lukmana sambil menutup kaca jendela mobilnya.

Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Banten Eben Neser Silalahi membenarkan pemeriksaan JB sebagai saksi kasus korupsi penggunaan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di RS Adjidarmo tahun 2008-2011.

"Iya lah apa lagi (kasus korupsi Jamkesmas)," kata Kasie Pidsus Kejati Banten Eben Neser Silalahi. Eben menjelaskan, JB dicecar sekitar 17 pertanyaan oleh penyidik Kejati Banten dan pihaknya akan mencocokkan semua keterangan JB kepada pihak Kejati Banten.

"Jangan tanya materi pemeriksaan. Jika keterangan cocok, kita anggap keterangan (JB) cukup. Tapi jika keterangan yang diberikan tidak cocok dengan keterangan saksi yang lain, kemungkinan akan kita panggil kembali," terang Eben.

Pihak Kejati telah menyita uang sebesar Rp 3,5 miliar dari tersangka Indra Lukmana selaku Direktur RS Adjidarmo yang diduga sebagai hasil tindak pidana korupsi.

"Bukan aset. Tapi itu uang, (Rp 3,5 miliar)." jelas Eben. (Ndy)




Komentar Via facebook