NEWS UPDATE

Permohonan Swasta Pada Plang Petunjuk Jalan dibenarkan Dishub Banten

";
Permohonan Swasta Pada Plang Petunjuk Jalan dibenarkan Dishub Banten
Nama pihak swasta terpampang di sejumlah plang petunjuk jalan di Tangerang.(K6)

POROS.ID. Tangerang - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Banten, membenarkan adanya permohonan pihak swasta, terkait penyertaan nama pada Plang/Rambu Petunjuk Arah di Kota Tangerang.

 "Iya memang benar, kewenangannya ada di kami. Tetapi, didalam aturannya diperbolehkan, asal di atasnya ada petunjuk umumnya dulu," ungkap Revri Aroes, Kadishubkominfo Provinsi Banten, Senin (25/5/2015).

Sayangnya, dia belum mau memaparkan secara detail, syarat teknis pelaksanaan serta pihak-pihak swasta seperti apakah yang dinilai layak.

 "Iya, harus memenuhi persyaratannya, layak tidak kawasannya. Kamu ke sini saja, ke kantor biar saya jelaskan nanti," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Kota Tangerang, Rahmat Hendra, mengatakan dalam PM Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Rambu Lalu Lintas, disebutkan bahwa ada beberapa kawasan yang memang diperbolehkan. Namun, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara rinci, lantaran kewenangan tersebut ada pada pihak pemerintah provinsi.

 "Saya sudah tanyakan ke jajaran di bawah juga, katanya kewenangan ada di provinsi, makanya kaitan teknisnya silakan tanyakan di sana," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah nama-nama pihak swasta, yang menghiasi plang petunjuk arah di sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang, seperti nama Tangcity Mal, Kota Ayodhya, hingga Modernland, dinilai sarat dengan dugaan gratifikasi.

Sementara itu, Zaki Mubarok, Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas UIN Syarif Hidayatullah. Menilai, kebijakan pemasangan nama swasta itu justru akan menimbulkan dampak buruk bagi pemahaman para pengguna jalan yang tengah melintasinya.

 "Sangat tidak dibenarkan sekali, jika rambu petunjuk arah yang sifatnya adalah fasilitas umum, malah dimanfaatkan oleh pihak swasta," kata Zaki, Kamis (21/5/2015) malam lalu.***(K6)




Komentar Via facebook