Home Berita Utama SMAN 2 Panggarangan Diduga Manipulasi Data Siswa, Inspektorat Diminta Panggil Kepsek

SMAN 2 Panggarangan Diduga Manipulasi Data Siswa, Inspektorat Diminta Panggil Kepsek

108
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Panggarangan yang berlokasi di Desa Gunung Gede, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, diduga telah memanipulasi data jumlah siswa, demi bisa dilakukannya pembelajaran mandiri dan agar bisa memperoleh dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badak Banten, Heri Mufti.

Menurut Heri, saat ini SMAN 2 Panggarangan merupakan filial dari SMAN 1 Panggarangan. Sesuai aturan, sekolah filial bisa melakukan pembelajaran secara mandiri jika murid di sekolah tersebur lebih dari 60 siswa. Namun dari hasil investigasi yang sudah dilakukan oleh pihaknya, jumlah siswa di SMAN 2 Panggarangan kurang dari 60 siswa. Namun demi bisa mendapatkan dana BOS, sekolah tersebut diduga memanipulasi data jumlah siswa.

Adapun modus yang diduga dilakukan oleh sekolah itu lanjut Heri, setelah dana BOS cair, jumlah siswa yang sebelumnya sudah didata dihapus dari data siswa yang akan mendapatkan dana BOS. Dengan alih-alih, siswa yang dihapus tersebut keluar sekolah atau berhenti, bekerja dan lain sebagainya.

“Dari hasil penelusuran kami menduga, bahwa data siswa itu diduga fiktif dan dilakukan demi hanya untuk mendapatkan anggaran dana BOS saja. Setelah dana BOS keluar, maka pihak sekolah akan menghapus data siswa tersebut,” ujar Heri kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Heri pun mengungkap temuan lainnya yakni soal dugaan sikap otoriter yang ditunjukan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Panggarangan. Dia bahkan menyebut, jika kepala sekolah tidak melibatkan struktur yang ada di sekolah tersebut seperti bendahara, sekretaris dan lainnya, dalam proses pelaksanannya.

“Plt Kepala Sekolah SMAN 2 Panggarangan ini terkesan otoriter dalam menjalankan tugasnya sebagai Plt kepala sekolah. Beliau tidak melibatkan unsure struktur yang ada di sekolah seperti bendahara, sekretaris dan lain sebagainya,” jelas Heri.

Atas persoalan tersebut, Heri pun menuntut, agar Inspektorat Provinsi Banten memanggil Plt Kepala SMAN 2 Panggarangan, untuk dimintai keterangan perihal data siswa fiktif penerima dana BOS. Heri pun meminta agar Dinas Pendidikan Provinsi Banten melakukan penelusuran dari informasi awal yang sudah disampaikan pihaknya.

“Jika dugaan kami benar adanya, kami menuntut Dinas Pendidikan untuk menajalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait beberapa dugaan yang kami temukan,” ujarnya.

Plt Kepala SMAN 2 Panggarangan, Irawan, menepis ihwal data siswa yang diduga fiktif. Kata Irawan, pihaknya melakukan update data sesuai jumlah siswa yang ada.

Irawan juga menuturkan, jumlah siswa yang diajukan untuk mendapat dana BOS sudah sesuai aturan. Namun kata dia, karena pandemi saat ini metode belajar dilakukan during dan ada juga siswa yang pergi ke kota untuk bekerja.

"Kalau manipulasi pak, maaf data berkas siswa tidak ada dan tidak pernah masuk sekolah. Maaf pak kami update data di dapodik sesuai jumlah siswa saja. Sekarang tidak sampai 100 orang pak, sejak pandemi menurun drastis. Kebanyakan pada kerja ke kota pak karena kondisi ekonomi keluarga," terangnya.

Saat ditanya jumlah siswa yang aktif saat ini, Irawan hanya menjelaskan, pihaknya tidak serta merta mengeluarkan siswa dari data dapodik sebelum ada keputusan dari siswa yang ingin berhenti sekolah.

"BOS tahap 1 dan 2 Tahun Anggaran 2021 berdasarkan cut off agustus 2020, update data dilakukan setelah kenaikan kelas, karena siswa belajar secara daring, dan kami tidak bisa sembarangan mengeluarkan siswa dari dapodik sebelum ada surat pengunduran diri," ujarnya.

Kendati soal adanya tudingan bahwa Plt Kepsek bersikap otoriter, Irawan mengaku sudah melibatkan struktur yang ada di sekolah dalam memutuskan setiap kebijakan.

"Keputusan kami ada tim kecil dari sekolah, Bendahara Wakasek dan komunikasi dengan komite. Keterbukaan pengelolaan keuangan kami pasang di sekolah," paparnya. (Red)




BERITA POPULER

Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak Balita, Gegerkan Warga Cilograng

POROS.ID. Cilangkahan - Warga Kampung Cibunar Desa Gununggbatu Kecamatan Cilograng di buat geger oleh peristiwa pembunuhan sadis Ibu dan Balita yang...