Home Berita Utama Penambang Pasir Pulo Manuk: Kami Menormalisasi Sungai

Penambang Pasir Pulo Manuk: Kami Menormalisasi Sungai

277
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Pengelola Cucian pasir kuarsa di sungai Cipamubulan, Kampung Pulo Manuk Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak membantah jika pihaknya melakukan aktifitas tambang pasir.

Akan tetapi pihaknya melakukan penyedotan endapan atau sisa/ampas pasir di Sungai Cipamubulan yang bersumber dari aktifitas tambang di daerah hulu.

Herdi, pengelola cucian pasir kuarsa mengatakan bahwa yang melakukan pencemaran dan pendangkalan sungai adalah perusahaan lain yang melakukan aktifitas penambangan pasir di daerah hulu.

"Apabila tidak ada kegiatan tambang pasir di hulu, maka tidak akan ada ampas/sisa pasir yg turun ke hilir. Jadi secara umum bukan kami yg melakukan pendangkalan dan air sungai keruh," kata Herdi dihubungi wartawan Senin, 28/6/2021.

Selain itu, Herdi juga mengaku bahwa pihaknya berupaya untuk melakukan proses normalisasi sungai Cipamubulan yang dangkal karena sedimentasi yang diakibatkan kegiatan tambang pasir di daerah hulu.

"Di daerah hulu (Pamubulan) kan banyak tambang pasir tuh, jadi pasir dan lumpurnya mengendap di sungai. Kemudian kami sedot. Lalu pasir hasil sedot kami manfaatkan dan dijual," terangnya.

Herdi mengaku pihaknya sedang menempuh peoses izin ke pemerintah untuk proses normalisasi sungai, izin pencucian pasir dan izin penjualan pasir. Namun ia tidak tahu ke dinas apa mengurusnya.

"Tim kami sedang mengurus perizinannya. Saya gak tau ke dinas apa ngurus izinnya," ujar Herdi.

Perihal aktifitas cucian membuang limbah ke sungai terang Herdi, pihaknya saat ini sedang membuat kolam ipal."Kedepan tidak akan membuang limbah secara langsung ke sungai" tutup Herdi.

Sebelumnya diberitakan, aktifitas penambangan pasir kuarsa di Kampung Pulo Manuk Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak buang limbah ke Sungai Cipamubulan.

Pantauan wartawan di lokasi, tampak terlihat mesin pencucian pasir yang tengah beroperasi, satu unit hexavator beroperasi mengeduk pasir kuarsa yang mengendap di kolam endap dan tumpukan material pasir kuarsa yang telah dicuci. Sementara air limbah cucian pasir di buang ke Sungai Cipamubulan, akibatnya air sungai menjadi keruh akibat air limbah cucian pasir. (Riswan/Red)




BERITA POPULER

Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak Balita, Gegerkan Warga Cilograng

POROS.ID. Cilangkahan - Warga Kampung Cibunar Desa Gununggbatu Kecamatan Cilograng di buat geger oleh peristiwa pembunuhan sadis Ibu dan Balita yang...