Home Hukrim Pintu Masuk Perhutani Ditutup, Aktifitas Angkutan Batu Bara Ilegal Tetap Berlanjut

Pintu Masuk Perhutani Ditutup, Aktifitas Angkutan Batu Bara Ilegal Tetap Berlanjut

694
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Meski akses masuk ke lokasi Tambang batu bara di blok Cibobos Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, sudah dilakukan penutupan, namun aktifitas pengangkutan batu bara masih tetap berlanjut.

Penutupan akses masuk dilakukan oleh petugas Perum Perhutani setempat, berupa pemasangan portal pada tanggal 2/5/2021 lalu.

Pantauan dilapangan pada Kamis, 6/5/2021 sekitar pukul 17.10 WIB sampai pukul 17.30 WIB, ada empat unit truk engkel yang mengangkut hasil tambang batu bara. Masing-masing unit mengangkut batu bara sekitar 4 sampai 5 ton.

Ditemui di pintu masuk ke lokasi tambang, empat orang sopir truk engkel mengaku bahwa ia mengangkut batu bara hasil tambang masyarakat Kampung Cibobos Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. "Hari ini sudah tiga kali ngangkut pa," ujar salah seorang sopir.

Menurut pengakuan sopir, batu bara tersebut selanjutnya di bawa ke Stokpile (penampungan) milik Indra, salah seorang pengepul. Stokpile nya lanjut sopir ada di Kampung Panyaungan (depan lapangan sepak bola Panyaungan), Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Perihal pihak yang mengizinkan pengangkutan batu bara, sopir mengatakan bahwa ia tidak tahu menahu. Pihaknya hanya kuli ngangkut. "Nanti tanya saja ke Pa Sadun. Dia salah seorang pengurus tambang. Kalau saya hanya kuli ngangkut pa," Ujar Sopir.

Tak lama berselang, Sadun yang disebut-sebut sebagai pengurus datang. Berdasar pengakuannya bahwa ia bekerja untuk salah satu perusahaan pengepul batu bara namanya Sinar Baru (SB) Menurut Sadun, yang nambang adalah para pemuda Kampung Cibobos Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Meski melanggar hukum lanjut Sadun, masyarakat terpaksa melakukan penambangan batu bara di kawasan hutan milik Perum Perhutani karena terdesak kebutuhan hidup. "Kami sadar bahwa ini dilarang oleh Perum Perhutani dan perbuatan kami melanggar hukum" Ujar Sadun.

Tak lama berselang, Endang Sujana, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Panyaungan datang. Endang merasa kesal, karena upaya pemasangan portal yang dilakukanya sia-sia, karena masih ada aktifitas penambangan dan pengangkutan batu bara. Kata Endang, tadi siang ada kegiatan pengangkutan kayu hasil tebangan di sekitar Cibobos sehingga portal dibuka. Mestinya lanjut Endang mandor tebang menutup kembali portal yang sudah terpasang.

"Mungkin mandor tebang lupa nutup nya pa," kata Endang.

Wartawan mencoba melakukan pengumpulan informasi ke beberapa masyarakat yang ada di sekitar lokasi. Masyarakat mengatakan bahwa pengangkutan batu bara dari blok Cibobos berlangsung sejak dari siang.

Berkali-kali truk pengangkut keluar masuk membawa batu bara. Dihubungi melalui sambungan Whatsapp, Zeni, Komandan Regu Polisi Kehutanan, Perum Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten mengatakan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti perihal maraknya penambangan batu bara di kawasan hutan Perum Perhutani.

"Bukti sudah cukup kuat, saya akan koordinasi dengan pimpinan dan secepatnya kami akan koordinasi dengan Krimsus Polda Banten," tukasnya.




BERITA POPULER

Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak Balita, Gegerkan Warga Cilograng

POROS.ID. Cilangkahan - Warga Kampung Cibunar Desa Gununggbatu Kecamatan Cilograng di buat geger oleh peristiwa pembunuhan sadis Ibu dan Balita yang...