Home Berita Utama Kiai Embay dan Inklusivisme Mathla’ul Anwar

Kiai Embay dan Inklusivisme Mathla’ul Anwar

413
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

Oleh: Eko Supriatno

Muktamar Ke-20 Mathla,ul Anwar berakhir dengan terpilihnya Kiai Embay Mulya Syarief sebagai ketua umum periode 2021-2016 pada Sabtu (3/4/2021). 

Mathla,ul Anwar adalah salah satu organisasi keagamaan tertua dan ketiga terbesar di Indonesia, berdiri tahun 1916 di Menes, Banten 4 tahun sesudah Muhammadiyah berdiri di Yogyakarta. 

Mathla,ul Anwar lebih banyak bergerak di pedesaan terutama di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung, dan mengelola sekitar ribuan madrasah mulai dari tingkat dasar, pesantren hingga perguruan tinggi. Mathla,ul Anwar mempunyai perwakilan di hampir semua provinsi di Indonesia.

Mathla,ul Anwar (MA) kini telah berusia 105 tahun, sejak kelahirannya tahun 1916 M (10 Syawal 1334 H) Mathla,ul Anwar selalu ingin menguatkan sumbangsihnya bagi masyarakat dengan meningkatkan peranannya. Peran nyata ini tetap konsisten pada tiga bidang kegiatannya yaitu bidang Pendidikan, Dakwah dan Sosial.

Organisasi kemasyarakat Islam yang kini dipimpin Kiai Embay ini diharapkan terus menjaga komitmen menyebarkan ajaran Islam jalan tengah melalui pendidikan dan dakwah dengan menggunakan narasi kedamaian.

Sejak awal sudah diperkirakan, Kiai Embay Mulya Syarief bakal jadi pengganti KH Syadeli Karim sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar. 

Kiai Embay Mulya Syarief dipilih secara aklamasi oleh para Muktamirin dari 33 Pengurusan Wilayah Provinsi di Indonesia di Muktamar XX Mathla,ul Anwar.

Sebelumnya, dalam agenda pemilihan Ketua Umum yang baru, terdapat Tiga kandidat yang diusung oleh para Pengurus Wilayah (PW), di antaranya Dr. H. Jihadudin, M.Pd, Dr. H Yayan Hasuna, Mpd dan Kiai Embay Mulya Syarief.

Dari dokumen Rekomendasi PW yang ada, Kiai Embay mengantongi mayoritas PW. Atas komunikasi yang dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, kemudian Muktamar Mathla,ul Anwar mendaulat Kiai Embay Mulya Syarief sebagai Kandidat yang dipilih untuk menahkodai Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA).

Siapa Kiai Embay Mulya Syarief?

Kiai Embay dalam kesehariannya adalah seorang pendidik.

Bagi masyarakat Banten, Kiai Embay Mulya Syarief dikenal sebagai tokoh masyarakat yang turut andil dalam pembentukan Provinsi Banten pada tahun 2000. 

Sosok kelahiran 4 Maret 1952 yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan itu, merupakan tokoh di balik Program Gerakan Pendirian Seribu Baitul Maal wa Tanwil (BMT) di Banten.

Putra dari seorang jawara dan pejuang kemerdekaan dari Ciomas Haji Syarif Hidayat ini, kiprahnya tercatat dalam berbagai organisasi.

Kiai Embay tak pernah pilih-pilih dalam berorganisasi. Selama untuk kepentingan masyarakat, sulit baginya menolak.

Beberapa catatan perjalanan berorganisasinya di antaranya Ketua Panitia Persiapan Penerapan Syariat Islam Indonesia Banten (P3SIB), Sekjen Majelis Musyawarah Masyarakat Banten (M3B), Ketua GP Farmasi Provinsi Baten, Ketua Kadin Kabupaten Serang, Komandan Gerakan Anti Komunisme, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Serang, dan Ketua MUI bidang pengembangan ekonomi Islam Provinsi Banten.

Sebelumnya pada tahun 1998, Haji Kiai Embay pernah menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Serang.

Maka, wajar jika daftar panjang dalam pengalaman organisasi. Termasuk, akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Mathlaul Anwar. 

Salah satu organisasi besar dalam bidang pendidikan dan dakwah itu, bukan lembaga yang baru kemarin Kiai Embay kenal.

Kiai Embay adalah Ketua PB Mathla'ul Anwar Bidang Ekonomi periode 2010-2015. Di periode yang sama, Kiai Embay juga menjabat Ketua Persatuan Umat Islam Provinsi Banten.

Yang akhirnya dalam Muktamar ke-20 Mathla,ul Anwar, Kiai Embay Mulya Syarief terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar Periode 2021-2026.

Gagasan dari "Lorong Diskusi"

Menjelang dilaksanakannya Muktamar XX dan Milad 105 Tahun Mathla,ul Anwar, para akademisi Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten menggelar "ngopi diskusi" kegiatan Lorong Diskusi dengan Tema "Pertarungan Gagasan Calon di Muktamar Mathla'ul Anwar".

Hadir menjadi panelis diantaranya KH. Embay Mulya Syarif, KH. Yayan Hasuna Hudaya, KH. Muhammad Zen, dan KH. Andi Yudi Hendriyawan.


Kiai Embay Mulya Syarif sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PB Mathla,ul Anwar dalam kesempatan tersebut menyampaikan dan menyebutnya muktamar sebagai urun rembug agar organisasi kedepan semakin baik.

Kiai Embay mengatakan bahwa Mathla,ul Anwar sebagai organisasi pribumi di Banten, harus mampu menunjukkan eksistensi dengan berkontribusi lebih besar bagi bangsa ini.

Dalam kontestasi menuju Ketua Umum PB Mathlaul Anwar, Kiai Embay tidak ingin mengatakannya sebagai pertandingan tapi lebih pada bersanding dengan para kandidat lainnya.

"Saya akan mengikuti mekanisme muktamar, dan saya tidak mau bertanding, tapi saya mau bersanding,” tuturnya.

Saat namanya muncul dalam Muktamar XX Mathla,ul Anwar sebagai calon ketua umum, ia menerimanya dengan baik, mengikuti sesuai dengan mekanisme muktamar.

Saat menyampaikan gagasan dalam "Lorong Diskusi", Kiai Embay menyebut bahwa visinya adalah untuk hari pembalasan. Sebab kita semua akan menuju kesana, 2 (Dua) waktu yang kita tunggu: waktu sholat dan waktu disholatkan.

Misi Kiai Embay adalah untuk ibadah, “mudah-mudahan yang dilakukan apapun itu jadi ibadah buat saya”. Kata Embay. 

“Apalagi di Mathlaul Anwar yang mengelola lembaga pendidikan, Mathla'ul Anwar ini didirikan oleh para pendirinya dalam rangka dakwah. Parameternya adalah kualitas mutu yang harus kita tingkatkan”. Sambung Kiai Embay.

“Di era persaingan yang bebas. Kita bukan hanya bersaing dengan orang Banten. Kita bersaing dengan orang dari luar negeri. Kita akan tersingkirkan dengan sendirinya jika tiak mampu bersaing. Kedepan kita satukan hati dan tekad memajukan Mathlaul Anwar semaju-majunya dan Mudah-mudahan apapaun yang kita lakukan, menjadi amal jariyah kelak”. Sambung Kiai Embay

Penulis bersaksi, Kyai Embay adalah sosok seorang figur yang ‘pantas dan layak’ untuk dihormati dan dikagumi, Kiai Embay memiliki kharisma, nasihat-nasihatnya menjadi imun keimanan bagi penulis dan bagi para peserta "Lorong Diskusi" secara khusus pada waktu itu.

Inklusivisme Mathlaul Anwar

Kini Kyai Embay jadi orang nomor satu di Mathla,ul Anwar. Dalam pidato perdana menjadi Ketua Umum PB Mathla,ul Anwar Periode 2021-2026, Kiai Embay mengatakan akan membawa Mathla’ul Anwar menjadi lebih maju, modern, profesional sebagai gerakan Islam yang mengusung misi "Inklusivisme".

Setelah selesai pemilihan, Kiai Embay menyampaikan terima kasih kepada para Muktamirin yang telah memberikan amanah kepadanya. "Saya ingin bergandengan tangan dengan para Muktamirin dan seluruh kader untuk membesarkan Mathlaul Anwar", ungkap Kiai Embay.

"Saya punya tanggung jawab untuk mengembalikan Mathla,ul Anwar ke khittah nya sebagai ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial, Menjadi mitra pemerintah dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan berintegritas, memperkuat tali persaudaraan dalam keberagaman" ucapnya.

Kiai Embay juga menegaskan bahwa selain membenahi persoalan pendidikan, Mathla,ul Anwar juga harus memikirkan masalah sosial.

"Dengan potensi yang dimiliki, InsyaAllah kita akan mampu berkontribusi lebih besar dalam membangun bangsa ini", kata Kiai Embay. Kiai Embay juga berjanji membawa gerakan "Inklusivisme" yang lebih dinamis di Mathla,ul Anwar.

Hingga 2026 mendatang, ia ingin Mathla,ul Anwar makin produktif berkontribusi untuk umat, bangsa dan dunia. "Mathla,ul Anwar akan menjadi mitra pemerintah dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan berintegritas," kata Kiai Embay Mulya Syarief

 Dia mengimbau semua pihak untuk memperkuat tali persaudaraan dalam keberagaman. Kiai Embay Mulya Syarief berharap Mathla,ul Anwar (MA) dapat menjadi organisasi yang menampilkan citra Islam yang ramah, damai, dan rahmatan lil alamin.

Mathla,ul Anwar, menurut Kiai Embay, dapat berkembang pesat jika tumbuh melalui pendekatan dakwah, bukan melalui pendekatan politis dan fikih. “Prinsip dakwah itu mengajak dan merangkul segala komponen masyarakat, apapun alirannya. Bahkan orang kafir juga tidak harus dimusuhi, karena mereka adalah ladang dakwah bagi Mathla,ul Anwar,” kata Kiai Embay

 ”Saya meminta Mathla,ul Anwar terus menjaga komitmen dan khittah-nya dengan terus mengajarkan Islam yang wasathy, yaitu Islam yang ramah, bukan Islam yang marah,” katanya.

Harapan Penulis

Mathlaul Anwar kini telah memiliki pemimpin baru untuk periode lima tahun mendatang. Penulis yakin Mathlaul Anwar ke depan dengan kepemimpinan Kiai Embay akan semakin berkembang.

Gambaran Mathlaul Anwar kedepan bagaimana Ketua Umum PBMA Kiai Embay akan merombak pola pikir elite Mathlaul Anwar dari kejumudan (kemandekan) Kiai Embay akan memastikan bahwa dalam Lima tahun ke depan Mathlaul Anwar akan semakin produktif dalam kehidupan umat yang universal.

Argumentasi dan pemikiran Inklusivisme Mathlaul Anwar yang diperkenalkan Kiai Embay nantinya akan mengubah cara bermazhab, Mathlaul Anwar akan semakin membuka diri bagi munculnya perbedaan pandangan. Tak hanya itu, Kiai Embay juga gelagat-gelagatnya juga akan mengenalkan masalah-masalah aktual bagi elite Mathlaul Anwar dengan cara pandang Inklusivisme-nya.

Mari kita tunggu, bagaimana Kiai Embay memadukan religiusitas keagamawanannya dengan kecerdasan kebangsaannya tanpa harus terlibat politik praktis. Dalam muktamar yang telah digelar ini, harapan tentang Inklusivisme Mathlaul Anwar terus membahana. Karena hanya dengan cara seperti itu, Mathlaul Anwar akan tampil sebagai bagian terpenting di republik ini, khususnya dalam rangka mengukuhkan kebhinekaan, moderasi, dan nilai-nilai keadilan sosial.

Semoga Mathlaul Anwar semakin jaya!

Eko Supriatno, Penekun Kajian di Lorong Diskusi




BERITA POPULER

Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak Balita, Gegerkan Warga Cilograng

POROS.ID. Cilangkahan - Warga Kampung Cibunar Desa Gununggbatu Kecamatan Cilograng di buat geger oleh peristiwa pembunuhan sadis Ibu dan Balita yang...