Home Berita Utama Soal Penolakan Warga, PT. Suda Miskin: Silakan Ngadu ke Pemerintah

Soal Penolakan Warga, PT. Suda Miskin: Silakan Ngadu ke Pemerintah

918
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - General Manager PT. Suda Miskin, Wawan Ridwan mempersilahlkan warga yang keberatan lahannya dipasang patok tanda batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT. Suda Miskin agar mengadu kepada pemerintah.

“Silakan buat surat penolakan ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten. Jangan ke PT. Suda Miskin, karena kewenangan penatan batas ada di Dinas ESDM Provinsi Banten," kata Ridwan dihubungi wartawan melalui sambungan WA, Jumat 25/3/2021.

Ridwan menjelaskan bahwa pemasangan patok hanyalah sebagai tanda batas WIUP PT. Suda Miskin. Patok tersebut mempunyai ukuran, konstruksi, warna serta penamaan tertentu yang dibuat oleh Dinas ESDM Provinsi Banten.

Masih kata Ridwan, tahapan sosialisasi penataan batas WIUP sudah dilakukan pada bulan September 2020, di setiap desa yang masuk dalam WIUP PT. Suda Miskin. "Jika ada warga yang menolak, itu hak setiap warga. Pro dan kontra itu hal yang wajar," ujar Ridwan.

Terpisah Ulung (25) Tokoh Pemuda Kampung Patat, Desa Sogong, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten ketika dihubungi melalui sambungan Whatsapp (Jumat, 25/3/2021) mengatakan bahwa masyarakat sudah menada tangani petisi penolakan aktifitas pemasangan patot batas WIU PT. Suda Miskin.

Petisi tersebut papar Ulung, ditanda tangani oleh ratusan pemilik lahan di Kampung Binong, Desa Cimandiri dan warga Kampung Patat, Desa Sogong, Kecamatan Panggarangan. "Dalam waktu dejat, surat akan segera kami layangkan kepada Gubernur Banten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten" ujar Ulung.

Sebelumnya warga Kampung Binong, Desa Cimandiri dan warga Kampung Patat, Desa Sogong, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten menolak keberadaan PT. Suda Miskin. Pasalnya aktifitas pertambangan akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan pertanian menjadi pertambangan, sehingga akan menyebabkan kehilangan mata pencaharian masyarakat sekitar.




BERITA POPULER

Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak Balita, Gegerkan Warga Cilograng

POROS.ID. Cilangkahan - Warga Kampung Cibunar Desa Gununggbatu Kecamatan Cilograng di buat geger oleh peristiwa pembunuhan sadis Ibu dan Balita yang...