Home Berita Utama Golok Banten Senjata Para Raja, Ini Sejarah, Jenis dan Keistimewaannya

Golok Banten Senjata Para Raja, Ini Sejarah, Jenis dan Keistimewaannya

197
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - UPTD Taman Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengingatkan kembali sebuah sejarah berharga yang nyaris terlupakan oleh masyarakat, yakni sejarah Golok Banten, melalui seminar Sejarah Banten sesi internasional yang digelar melalui zoom, Rabu 24/3/2021.

Dalam seminar yang mengusung tema "Golok Banten sejarah dan jenisnya" ini, diisi oleh 3 narasumber. Diantaranya guru besar seni golok Indonesia, Ki Kumbang, kemudian penulis buku the golok Italy dan Presiden Netherlands Pencak Silat Federation Belanda, Olivier Blancquert.

Guru besar seni golok Indonesia, Ki Kumbang mengungkapkan bahwa golok adalah salah satu Pusaka Banten warisan Bangsa Indonesia yang memiliki berbagai jenis, seperti jenis bilah dan jenis handle. Dari sekian macam jenis, kata Ki Kumbang, semuanya memiliki arti dan philosofi yang terkandung kuat di dalamnya.

"Beberapa jenis dari Golok pusaka juga ada yang berhiaskan emas dan batu mulia yang menandakan strata sang pemiliknya. Sebagian dari Golok pusaka juga ada yang di kramatkan, baik karena memiliki unsur spiritual yang terkandung di dalamnya ataupun karena jenis material langka yang disatukan pada bilahnya," paparnya.

Kualitas dan kekuatan Golok Banten menurutnya, sulit dikalahkan oleh golok yang lain, karena golok Banten berbahan meteorit. Sebuah senjata pusaka dengan bahan meteorit, kata Ki Kumbang, diprediksikan mampu bertahan ribuan tahun sekalipun terkubur dalam tanah atau terendam dalam air.

Ki Kumbangpun mengurai nama-nama belasan jenis golok yang saat ini tersebar di pelosok negeri, diantaranya golok salam Nunggal, ujung turun, paut sintung, pameuncitan, paut nyere, malapah Gedang, rajang, candung, gaplok, Parahu nangkub, hambalan, galonggong dan sintung bening.

"(Pada golok Banten) ditemukan banyak retakan alami tidak beraturan pada artefak maupun pusaka meteorit yang harfiahnya sangat keras sekali. Hal ini menunjukkan rentang waktu yang sangat lama sekali, karena untuk terbentuknya retakan retakan tersebut dibutuhkan waktu ribuan tahun," terangnya.

Ki Kumbang berharap, masyarakat terutama kalangan anak muda akan lebih mengenal tentang aneka ragam jenis pusaka Golok. Karena dengan mengenalnya, maka akan bertambah pengetahuan tentang budaya dan seni golok di masa lalu sampai sekarang ini.

"Yang penting diketahui bahwa Golok adalah Senjata para raja tanah Pasundan, bukan senjata tani atau berkebun dan juga bukan senjata dari rumpun melayu. tetapi merupakan senjata masyarakat sunda pada zaman dahulu. Harapannya, kedepan tak ada lagi masyarakat yang memandang golok sebagai senjata tajam biasa," ujarnya.

Sementara itu, penulis buku the golok Italy, Linda Turcy mengaku termotivasi menulis tentang golok karena melihat bahwa golok memiliki banyak keistimewaan, sehingga dirinya pun jatuh cinta.

"Saya menulis golok karena ada ketertarikan personal dan subyektif, karena ternyata benda ini merupakan senjata dan juga sekaligus identitas yang cukup menarik," katanya.

Hal senada diungkapkan Presiden Netherlands Pencak Silat Federation Belanda, Olivier Blancquert. Sebagai praktisi pencak silat, dirinya akan terus mempromosikan golok di forum-forum internasional. Ia menganggap golok sebuah benda yang istimewa.

"Golok bagian yang tak dapat dipisahkan dari seni pencak silat," ucapnya. (**/Red)




BERITA POPULER

Akses Jalan Menuju Puspemkot Serang Rusak Menahun, Aktivis: Sangat Tidak Elok

SERANG - Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Kota Serang soroti jalan rusak menahun di perumahan Kota Serang Baru (KSB), yang merupakan...

Disertifikasi MUI, Kopi 'WH' Dinyatakan Halal

Anggota DPRD Kota Serang Baijuri Tutup Usia