Home Berita Utama Di periode Kedua, Tatu Chasanah Diminta Lebih Fokus Urus Lingkungan Hidup

Di periode Kedua, Tatu Chasanah Diminta Lebih Fokus Urus Lingkungan Hidup

425
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah diminta fokus dan memberikan perhatian yang lebih serius lagi terhadap lingkungan hidup di periode kedua ini.

Perhatian serius bupati terhadap lingkungan hidup, akan memberi jaminan kepastian terhadap sumberdaya alam agar tidak rusak. Sekaligus memberi jaminan kepada rakyat yang ekonominya menyandarkan pada kelestarian ekosistem sumberdaya alam.

Demikian disampaikan pegiat lingkungan hidup, Daddy Hartadi melalui press release, Senin 15/02/2020. Kondisi Kabupaten Serang yang rawan bencana ekologi seperti banjir, longsor dan pencemaran, kata Daddy, harus bisa diperbaiki dengan menatakelola sumberdaya alamnya lebih baik kedalam konsep perlindungan dan pengelolaan yang berkeadilan ekologis.

"Bupati Tatu bisa memberi porsi yang lebih besar dalam kepemimpinannya di periode kedua ini terhadap lingkungan hidup di Kabupaten Serang, sebagai bukti tetap berpihak pada rakyat dengan memberi jaminan kelestarian sumberdaya alam, dan menjaga ekonomi rakyat yang bersumber pada kelestarian ekosistem sumberdaya alamnya. Maka tatakelolanya harus diperbaiki, termasuk sumber daya manusia dalam pengelolaan lingkungan hidup juga harus diperbaiki. Agar selaras antara konsep dan implementasi", tuturnya.

Selain itu, lanjut Daddy, Bupati Tatu juga diharapkan bisa memberi pengawasan secara ketat terhadap kinerja anak buahnya di dinas lingkungan hidup untuk membuat program konservasi, baik konservasi perairan laut maupun konservasi hutan dengan perencanaan yang baik yang harus dirumuskan oleh semua pemangku kepentingan termasuk nelayan dan petani yang merupakan masyarakat terdampak atas rusaknya ekosistem perairan maupun hutan.

Daddy juga mengingatkan program konservasi harus memiliki output yang bisa dicapai minimal 90 persen dengan melibatkan masyarakat terdampak sebagai basis konservasi.

"Program konservasi harus dibangun dengan basis partisipasi masyarakat terdampak, Bupati dapat memberikan pengawasan ketat kepada anakbuahnya untuk mewujudkan output dari program konservasi itu tercapai minimal 90 persen. Jika anak buahnya gagal copot saja ganti yang lebih baik dan memiliki kompetensi," tukasnya. (Red)