Home Berita Utama Bupati/Walikota Bisa Diganti Plt, Pilkada di Tengah Corona Tak se-Urgen Menyelamatkan Nyawa Manusia

Bupati/Walikota Bisa Diganti Plt, Pilkada di Tengah Corona Tak se-Urgen Menyelamatkan Nyawa Manusia

600
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Empat daerah di Banten bakal melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Tahapan demi tahapan Pilkadapun terus berjalan meski ditengah kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Banten pada 21 September 2020, tiga daerah yang akan melangsungkan Pilkada, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon berstatus zona orange Covid-19. Dan satu daerah, yakni Tangsel berstatus zona merah.

Meski pada tahapan dan pelaksanaan Pilkada nanti, diatur agar semua pihak terkait mentaati protokol kesehatan, namun pada kenyataannya belum lama ini sebanyak 53 bakal pasangan calon (bapaslon) Pilkada yang merupakan petahana telah mendapat teguran keras dari Mendagri Tito Karnavian karena tidak menaati protokol kesehatan Pilkada.

Melihat kondisi ini, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Banten Mufrod Tama berharap seluruh stakeholder Pilkada agar kembali mempertimbangkannya. Bila memungkinkan, kata Tama, lebih baik pelaksanaannya ditunda atau dimundurkan kembali. Mengingat bahaya yang timbul akibat dari wabah Covid-19 ini adalah nyawa manusia.

"Kalau berbicara masalah pilkada itu berarti tentang siapa yang nanti akan mengatur roda pemerintahan atau menetapkan suatu kebijakan di daerah, opsinya kan masih ada pelaksana tugas (Plt) yang diambil dari ASN sebagai pengganti jabatan politik sementara. Tidak terlalu urgent menurut saya jika pilkada ini ditunda," kata Mufrod kepada Poros.id melalui WA Messenger Rabu 23/09/2020.

Menurut Mufrod, demi kemaslahatan bersama dan dalam keseriusan menekan angka penularan wabah virus Corona, tidak ada pilihan lain selain me re-schedule agenda pilkada yang telah ditetapkan hingga dirasa kondisi cukup aman.

"Apalagi masa kampanye yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada saatnya nanti tidak bisa dihindarkan menjadi penyebab timbulnya cluster baru," katanya.

Sementara itu Komisioner KPU Provinsi Banten Agus Sutisna mengatakan bahwa sejauh ini semua tahapan Pilkada tetap berjalan lancar dan tertib, sehingga pihaknya akan tetap dalam kondisi siap melaksanakan segala keputusan serta kebijakan dari pusat.

"Yang pasti kita pihak penyelenggara tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik menyangkut pengaturan kegiatan yang mengundang massa di luar ruangan ataupun perihal tahapan administrasinya sebagaimana diatur dalam PKPU 10 Tahun 2020," katanya (Agus/Red).




BERITA POPULER

KONI Banten Award 2017, Ajang Penghargaan Untuk Insan Olahraga Berprestasi

POROS.ID, SERANG - Gubernur Banten, Wahidin Halim, memberikan apresiasi kepada para insan atlet berprestasi, para pelatih, pembina olahraga dan para...

DISHUBKOMINFO GELAR OPERASI GABUNGAN.