Home Berita Utama Persoalan Sampah Berdampak pada Harga Diri Daerah, Aktivis Minta Camat Malingping Tak Abai

Persoalan Sampah Berdampak pada Harga Diri Daerah, Aktivis Minta Camat Malingping Tak Abai

439
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Pemerintah Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak diminta tidak tutup mata dengan persoalan sampah di wilayahnya. Karena, permasalahan sampah, selain berdampak pada isu kesehatan, juga dinilai dapat menghambat sebuah daerah menjadi daerah yang maju.

Hal itu diungkapkan aktivis Pilar Community Kholid Fauzi kepada wartawan di Malingping, Senin 31/8/2020. Bahkan persoalan sampah ini, kata Kholid, berkaitan erat dengan harga diri sebuah daerah. Dengan itu Kholid meminta agar Camat tidak abai terhadap persoalan ini.

Sebagai calon ibu kota Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan, menurutnya tidak pantas Malingping masih kumuh akibat banyaknya tumpukan sampah di pinggir jalan atau di dekat fasilitas umum, seperti rumah sakit.

Baca Juga: https://poros.id/5845/sampah-menumpuk-pinggir-jalan-dekat-rsud-malingping.html

Selain itu, lanjut Kholid, persoalan sampah di Malingping inipun dinilainya telah mencederai prestasi Pemkab Lebak, sebagai salah satu daerah penerima anugerah Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI 2018 lalu. Lebak dinobatkan menjadi salah satu daerah yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan yang baik, namun pada faktanya sampah masih berserakan di pinggir jalan.

Lebak Raih Piala Adipura: KLIK

"Malingping seharusnya sudah bisa terbebas dari persoalan sampah. Bagaimanapun Malingping merupakan ikon Lebak Selatan atau Cilangkahan. Maka camat selaku kepanjangan tangan dari Pemkab Lebak harus jangan abai, fasilitasi penyediaan tempat pembuangan sampah sementara, baik untuk masyarakat maupun para pedagang," paparnya.

VIDEO TUMPUKAN SAMPAH DI BEBERAPA TITIK DI MALINGPING: KLIK

Selain itu, ujar Kholid, minimnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan ini tidak terlepas dari kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat. Dengan itu diapun meminta kepada pihak pemerintah Kecamatan Malingping agar secara aktif memberikan sosialisasi ke masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan.

"Bahkan di lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat, seperti dekat RSUD Malingping, itu sama sekali tidak ada plang larangan, artinya ini dilakukan pembiaran. Camat harus tegas, bila perlu berikan sanksi kepada warga yang membuang sampah sembarangan," tandasnya.

Pilar Community sendiri, aku Kholid, selama ini aktif memberikan edukasi ke masyarakat dengan melakukan bhakti sosial berupa gerakan pungut sampah di tempat-tempat umum, seperti tempat wisata dan lainnya. Maka menurutnya, hal ini (edukasi masyarakat) akan sangat efektif jika dilakukan oleh pemerintah.

Baca Gerakan pungut sampah Pilar Community: https://poros.id/5797/gerakan-pungut-sampah-pilar-community-edukasi-warga-jaga-kebersihan-lingkungan.html

"Harapannya masyarakat juga muali sadar, bahwa membuang sampah sembarangan adalah sebuah tindak kejahatan, yaitu jahat terhadap lingkungan," tukasnya.

Pantauan wartawan, selain di dekat RSUD Malingping, tumpukan sampah dengan volume besar ada di pinggir jalan di Kampung Pedes Desa Sukaraja Kecamatan Malingping. Tumpukan sampah yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga itu menimbulkan bau busuk menyengat. (Red)