Home Berita Utama KPU Kota Serang Gelar Rapid Test, 23 Orang Non Reaktif

KPU Kota Serang Gelar Rapid Test, 23 Orang Non Reaktif

138
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG – KPU Kota Serang bekerjasama dengan Dinkes Kota Serang menggelar rapid test, Senin 27 Juli 2020. Rapid test diikuti seluruh komisioner dan jajaran Sekretariat berjumlah 23 orang di kantor KPU Kota Serang. Hadir tim medis Dinkes berjumlah 5 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Serang Ratu Ani Nuraeni menjelaskan, rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona.

“Kami mengapresiasi KPU yang berinisiatif mengundang kami menggelar rapid test. Semakin banyak cakupan rapid test, semakin memudahkan untuk melakukan pemetaan pandemi ini. Dari semua yang ikut tes, seluruhnya non reaktif,” kata Ani, di kantor KPU.

Ani berharap, pasca rapid test ini seluruh jajaran KPU tetap memegang teguh protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak di tempat kerja, menggunakan masker, hingga menyediakan sabun cuci tangan di areal kantor.

Komisioner KPU Kota Serang Fierly Murdlyat Mabrurri menjelaskan, mengacu pada surat edaran Ketua KPU RI nomor 19 tahun 2020, di lingkungan KPU dibentuk tim penanganan Covid 19. Di KPU Kota Serang sendiri, kata Fierly, tim itu sudah dibentuk sejak pekan kedua bulan Juni silam.

“Tugas tim itu memastikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan KPU. Di antaranya dengan cara melakukan pengukuran suhu tubuh di pintu masuk kantor, mewajibkan seluruh pegawai menggunakan masker, memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat, serta melakukan physical distancing dalam semua aktifitas kerja,” kata Fierly.

Meski tanpa tahapan pilkada, KPU Kota Serang tetap menggelar aktifitas kerja yang berhubungan dengan kepemiluan yang melibatkan banyak pihak.

“Konsentrasi kami sekarang adalah penyusunan daftar pemilih berkelanjutan (DPB) serta penyusunan draft raperda dana cadangan pilkada yang diusulkan Pemkot Serang. Dua aktifitas itu membutuhkan interaksi dengan banyak pihak. Dalam menyusun DPB misalkan kami agendakan untuk pendataan terbatas ke lapangan. Jadi rapid test ini penting sebagai upaya perlindungan diri,” kata Fierly. (Red)