Home Berita Utama Diakui Tidak Sesuai RAB, Bangunan Irigasi P3-TGAI di Lebak Diperbaiki

Diakui Tidak Sesuai RAB, Bangunan Irigasi P3-TGAI di Lebak Diperbaiki

344
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Ujang Mulyana, Ketua P3A Alam Jaya Sejahtera Desa Cikaret, Kecamatan Cigemblong Kabupaten Lebak mengakui bahwa ukuran tinggi bangunan irigasi yang dikerjakannya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada pada Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ujang menerangkan bahwa berdasarkan RAB, seharusnya ketinggian irigasi 70 centimeter, meliputi bagian yang tertimbun tanah (pondasi) 20 centimeter dan badan irigasi 50 centimeter. Sementara yang ditemukan di lokasi, ketinggian irigasi hanya sekitar 40 sampai 50 centimeter.

Baca Juga: https://poros.id/5814/program-p3-tgai-jadi-sorotan-dua-pejabat-bbwsc3-bungkam.html

Kondisi itupun menurut Ujang, sudah menjadi temuan konsultan program P3-TGAI Kabupaten Lebak dan pihak konsultan menyarankan agar volume panjang irigasi ditambah, sehingga volume keseluruhannya tetap sesuai dengan volume yang ada di RAB. Saat ini, kata Ujang, pengerjaan irigasi (berikut penambahan volume panjang) sudah mencapai sekitar 70 persen.

"Sesuai RAB panjangnya 250 meter per satu lining, dengan adanya kekurangan (tinggi) itu maka panjangnya ditambah, per satu lining menjadi 315 meter, jadi dua lining menjadi 630 meter. Kami mengakui adanya kekurangan itu namun kami siap memperbaiki, jadi kekurangan lebar, tidak ada pondasi dan kekurangan tinggi itu dilarikan ke panjang. Maka dengan panjangnya ditambah, volumenya menjadi sesuai dengan RAB," terang Ujang melalui telepon selulernya, Jumat 24/7/2020.

Adapun terkait material batu yang diambil dari sekitar lokasi bangunan, Ujang mengklaim bahwa baik dari sisi kualitas maupun harga sudah sesuai dengan RAB.

"Memang untuk batu kami mengambil dari pertambangan lokal. Untuk di daerah kita, ketika bangun rumah atau lainnya, batu itu yang dipakai, harganya juga memang sesuai dengan yang di RAB, kita beli ke yang punya lahan, yang ngambilnya kami bayar juga." tukas Ujang.

Diketahui, program P3-TGAI ini didanai APBN 2020 melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian (C3) dengan anggaran Rp195 juta. (Red)