Home Pemerintahan Kompak, Warga Kelurahan Lopang Gotong Royong Bersihkan Irigasi Pemicu Banjir

Kompak, Warga Kelurahan Lopang Gotong Royong Bersihkan Irigasi Pemicu Banjir

553
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Selama tiga hari, puluhan warga Kelurahan Lopang Kecamatan Serang Kota Serang bergotong royong membersihkan irigasi yang kerap meluap sehingga menimbulkan banjir ke pemukiman warga. Air sering meluap ke pemukiman warga lantaran irigasi tersebut dangkal akibat dipenuhi sampah dan bongkahan tembok bangunan warga yang didirikan di atas irigasi.

Lurah Lopang Sadeli menerangkan, biasanya air meluap ke pemukiman warga setiap kali pintu air yang lokasinya di belakang Mapolsek Serang dibuka. Alhasil, kata Sadeli, tak jarang hal itupun menjadi pemicu konflik antar warga kelurahan Lopang dengan warga kelurahan di sebelah hilir, yakni Kelurahan Unyur, Kasemen dan Warung Jaud.

"Ketika warga (petani) di sebelah hilir butuh air, maka pintu air itu dibuka, akibatnya air meluap di wilayah Kelurahan Lopang. Jadi serba salah, kalau dibuka warga Lopang kebanjiran, kalau ditutup sawah petani di hilir menjadi kering," kata Sadeli ditemui di ruang kerjanya, Kamis 23/7/2020.

Atas kondisi tu, lanjut Sadeli, pihak kelurahan mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama bergotong- royong membersihkan irigasi tersebut. "Kita dibantu oleh petugas dari Dinas PU juga, karena membersihkannya ini cukup sulit, sampai harus membongkar tembok warga," terangnya.

Lebih lanjut Sadeli menerangkan, sedikitnya ada sekitar 20 bangunan yang berdiri di atas irigasi sepanjang 270 meter yang membentang di samping jalan Raya Banten - Lopang Cilik itu. Menurutnya, bangunan yang sebagian banyak merupakan ruko itu, didirikan sejak puluhan tahun lalu. Yakni sejak daerah itu masih menjadi wilayah Kabupaten Serang.

Lanjut Sadeli, tak jarang banyak warga yang protes kepada pihaknya agar irigasi itu dinormalisasi dan bangunan yang ada diatasnya ditertibkan. "Kalau secara lisan saya sudah sampaikan kepada pak Camat. Kedepan mungkin kita sampaikan surat resmi atas dasar permintaan warga," imbuhnya.

"Saya juga akan panggil para pemilik bangunan itu, kita ingin memberikan pemahaman agar mereka bisa membersihkan irigasi di bawah bangunannya masing-masing, karena akibat pendangkalan ini dampaknya terhadap masyarakat banyak," imbuhnya.

Di tempat terpisah, Ketu RW 012 Kelurahan Looang, Fauzi Ahmad mengatakan bahwa gotong royong yang telah dilaksanakan selama tiga hari itu disambut antusias oleh warga. Dengan adanya ajakan dari pihak kelurahan, kata Fauzi, kesadaran masyarakat pun menjadi bangkit.

"Walau genangan air yang meluap itu tidak besar, tetapi tetap saja mengganggu. Alhamdulillah warga kompak, bahkan dari setiap RT ada perwakilan yang mengikuti gotong royong ini," tukasnya (ADV)




BERITA POPULER

KONI Banten Award 2017, Ajang Penghargaan Untuk Insan Olahraga Berprestasi

POROS.ID, SERANG - Gubernur Banten, Wahidin Halim, memberikan apresiasi kepada para insan atlet berprestasi, para pelatih, pembina olahraga dan para...

DISHUBKOMINFO GELAR OPERASI GABUNGAN.