Home Berita Utama Di Lebak, Warga Tertimpa Musibah Malah Diminta Rp2 Juta oleh Dinas LH

Di Lebak, Warga Tertimpa Musibah Malah Diminta Rp2 Juta oleh Dinas LH

1210
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Sudah jatuh ditimpa kwitansi ganti rugi. Itulah yang dialami oleh Rudi Sulaeman, warga Kampung Sukamulya, Desa Kadudamas Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak. 

Jumat (17/7) lalu, Rudi sedang melaju mengendarai mobil pickup mitsubishi miliknya di Jalan Multatuli Rangkasbitung. Tak jauh dari lampu merah dekat jembatan dua, tiba-tiba sebuah avanza yang belok dari lampu merah menabrak bagian belakang mobil yang dikendarainya dari sebelah kiri.

Mobil yang dikendarai oleh Rudipun oleng ke sebelah kanan dan terguling. Sebelum terguling, pickup yang dikendarai Rudi itu sempat menbrak median taman jalan Multatuli. Akibatnya median taman jalan mengalami kerusakan.

"Kemudian mobil saya diamankan di Mapolres Lebak. Dan dengan pemilik avanza kita selesaikan dengan cara kekeluargaan. Meski saya yang ditabrak, tapi saya tidak meminta ganti rugi, karena kami saling menyadari bahwa ini adalah musibah," papar Rudi melalui WA Messenger, Selasa 21/7/2020.

"Mobil saya rusak cukup parah, kalau diperbaiki taksiran bisa menghabiskan Rp10 jutaan," imbuh Rudi.

Namun, lanjut Rudi, saat dirinya meminta mobilnya dibawa pulang, petugas tidak mengizinkannya. Rupanya, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak yang meminta hal itu. Pihak DLH meminta agar Rudi membayar ganti rugi untuk perbaikan trotoar tersebut. 

Setelah dihitung-hitung, terang Rudi, ia pun harus membayar ganti rugi senilai Rp2.037.500 ke DLH Lebak tanpa bisa dinego sedikitpun. 

"Saya minta kebijakan, mau bayar setengahnya, tapi tetap tidak bisa. Daripada mobil gak bisa keluar, akhirnya sayapun ngutang sana sini, dan pada hari Senin kemarin sudah saya bayar, mobil saya sudah diambil," terangnya.

Atas kejadian ini Rudi mengaku sangat menyesalkan sikap DLH Lebak itu. Ia merasa bahwa dengan kejadian ini pemerintah sama sekali tidak berpihak kepada rakyatnya yang sedang tertimpa musibah.

"Ini kan tidak disengaja, terlebih saya kan ditabrak, kalau gak ditabrak tidak mungkin mobil saya terbentur ke trotoar. Seharusnya pemerintah bijak dan adil terhadap rakyatnya." tukasnya.

Hingga berita ini dilansir, wartawan belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari Kepala DLH Lebak, Nana Sunjana. Namun berdasarkan pengakuan Rudi dan beberapa data yang diterima wartawan, hal ini benar adanya.

Salah satu data yang diterima adalah surat keterangan yang ditanda tangani oleh kepala DLH Lebak Nana Sunjana, yang menerangkan bahwa Rudi telah bertanggung jawab atau telah membayar ganti rugi untuk perbaikan trotoar. 

Selain itu, data lainnya adalah kwitansi bukti pembayaran ganti rugi dari Rudi ke DLH yang ditandatangani oleh Kasi Taman DLH Lebak, Taufik Imanudin selaku pihak penerima.

Surat keterangan dan kwitansi tersebut sekaligus menjadi persyaratan bisa dikeluarkannya mobil Rudi dari Polres Lebak. (Red)