Home Berita Utama Perekaman e-KTP di Kabupaten Serang Dibatasi, Pemilih Potensial Rawan Tidak Terdaftar

Perekaman e-KTP di Kabupaten Serang Dibatasi, Pemilih Potensial Rawan Tidak Terdaftar

273
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG – Coklit pemilih di Kabupaten Serang akan dilaksanakan serentak pada 18 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020. Dalam prosesnya, Petugas Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih (PPDP) akan datang dari rumah ke rumah melakukan verifikasi faktual terhadap pemilih dengan cara mencocokkan antara daftar pemilih (Formulir Model A-KWK) dengan KTP-Elektronik milik pemilih.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Serang Abdurrohman menyebutkan bahwa dalam sub tahapan pencocokkan dan penelitian (Coklit) pemilih Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Serang, pemilih potensial rawan tidak terdaftar kedalam daftar pemilih.

Hal itu terjadi bukan tanpa sebab, lantaran di Kabupaten Serang saat ini ada pembatasan perekaman KTP-Elektronik di tingkat Kecamatan, yakni dalam satu hari, perekaman KTP-Elektronik hanya diperbolehkan untuk 10 (Sepuluh) orang saja. Kondisi ini menurutnya, akan menyebabkan pemilih baru kesulitan akses untuk memiliki KTP-Elektronik, yang menjadi syarat seseorang dapat masuk kedalam daftar pemilih.

"Pada pelaksanaan Coklit, jika ditemui masyarakat yang belum masuk daftar pemilih namun sudah memilki KTP-Elektronik, maka PPDP akan memasukannya kedalam daftar pemilih. Namun permasalahan akan muncul ketika seseorang yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, namun tidak memiliki KTP-Elektronik," kata Abdurrohman melalui press release, Minggu 19/7/2020.

"Inilah yang akan dihadapi oleh pemilih potensial, dimana mereka sudah memiliki hak pilih namun tidak bisa terdaftar karena belum memiliki KTP-El. Tidak berhenti disitu, kategori pemilih inipun harus mengalami kesulitan memiliki KTP-El karena ada pembatasan perekaman," imbuhnya.

Selain, lanjut Abdurrohman, terdapat juga beberapa potensi pemilih yang sudah memenuhi syarat tidak masuk kedalam daftar pemilih, salah satunya pemilih yang tidak tercantum didalam daftar pemilih (Model A- KWK) yang menjadi sumber data proses coklit PPDP.

"Dengan demikian, Bawaslu Kabupaten Serang mengingatkan kepada PPDP agar bekerja maksimal dalam melaksanakan tugas pencocokkan dan penelitian. PPDP wajib mematuhi tatacara, prosedur, dan ketentuan yang berlaku agar menghasilkan data yang akurat serta konsisten dari hasil coklit. Selain itu PPDP juga wajib menerapkan protocol Kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 ketika bertugas." tukasnya. (Red)