Home Berita Utama IRDI Banten: Tips Membuat Model Pembelajaran yang Efektif

IRDI Banten: Tips Membuat Model Pembelajaran yang Efektif

175
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini, dosen dan guru dituntut untuk lebih meningkatkan daya kreatifitas dan inovasinya dalam bidang pembelajaran. Sudah bukan jamannya lagi dosen menggunakan cara-cara konvensional dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas.

Terlebih, saat ini trend metode pembelajaran sudah mulai banyak menggunakan media daring sebagai sarana yang digunakan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Demikian diungkapkan Ketua Ikatan Dosen RI (IDRI) Banten Achmad Rozi El Eroy saat mengawali acara Seminar Online yang bertema $How to Create of Efective Learning Model yang digelar Sabtu 18/07/2020.

Seminar Online yang dipandu oleh moderator Dina Satriani yang juga sebagai dosen STTIKOM Insan Unggul Cilegon ini menghadirkan dua orang narasumber, yakni Nursoleh, MM selaku Instruktur Kinemaster Indonesia, Founder Majelis Entrepreneurahip Banten dan juga selaku Direktur Riset The Sultan Center dan Sugata Salim, S.Th. seorang Penulis, Praktisi Pembelajaran Daring yang juga menjabat sebagi Co Founder Virtual Acadmy.

Dalam pemaparan materinya, Sugata Salim menyampaikan bahwa Model Pembelajran yang kreatif bisa dimulai dari Penggunaan Microssof Power Point yang sudah sangat familier digunakan oleh para Dosen atau Guru.

"Dalam Powerpoint kita bisa membuat berbagai animasi menarik yang dapat membuat sebuah proses pembelajaran menjadi atraktif dan menyenangkan bagi pada siswa atau mahasiswa," katanya.

Sementara Nursoleh menyamapaikan bahwa menjadi dosen kreatif adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang pengajar. Sekarang ini, kata Nursoleh, dengan bermodalkan sebuah HP yang berbasis Android, kita sudah bisa melaksanakan Mobile Learning dengan efektif. Tidak perlu lagi repot-repot bawa Laptop. Semua fasilitas yang ada di Hp tinggal kita maksimalkan fungsinya untuk sebuah proses pembelajaran.

"Kita harus pandai dalam memilih berbagai aplikasi yang tepat untuk mendapatkan sebuah hasil yang maksimal dari proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran itu harus mampu membangkitkan semangat dan motivasi peserta didik dalam belajar, bukan sebaliknya. Cara mengajar yang monoton harus diganti dwngan cara yg menyenangkan bagi peserta didik agar mereka mendapatkan impact dari pembelajaran yang dilaksanakan," paparnya.

Webinar diakhiri dengan pembagian voucer berupa kode aktifasi Kinemaster oleh Nursoleh selaku Instruktur Kinemaster Indonesia bagi 20 peserta yang mengikuti Webinar sampai selesai, dan juga diberikan buku panduan Aplikasi Microssof Office yang diberikan oleh Sugata Salim selaku Co Founder Virtual Academy. (Red)