Home Hukrim Tagihan Listrik Naik, PLN Disebut Manfaatkan Momentum Penyebaran Covid-19

Tagihan Listrik Naik, PLN Disebut Manfaatkan Momentum Penyebaran Covid-19

478
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Terjadinya lonjakan kenaikan pembayaran listrik membuat masyarakat sebagai pelanggan PLN kaget, hal ini sudah menjadi rahasia umum dan terjadi diberbagai daerah di Lebak, Banten. Situasi ini dirasakan betul oleh banyak pelanggan PLN dengan daya 900 VA keatas.

Demikian diungkapkan Ketua Komite Kajian Analisa Kebijakan Publik, Front Aksi Mahasiwa Rakyat Banten (Fakrab), Gustiar melalui press release, Kamis 11/6/2020.

Ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, lanjut Gustiar, pemerintah melalui PLN bukannya hadir, justru semakin membuat warga kian tambah susah, PLN yang merupakan perusahaan negara dan perusahaan monopolistik, alih-alih memfasilitasi warga dalam hal pengendali tenaga listrik, yang terjadi justru sebaliknya.

"Pada persoalan ini PLN justru terkesan memanfaatkan momentum penyebaran Covid-19 dengan dalih WFH dan pembenaran lain, yang justru kian memberatkan warga pelanggan PLN. Misalnya saja soal gembor-gembor dalih dengan argumen-argumen teknis, bahwa kenaikan atau lonjakan disebabkan karena adanya pemakaian berlebih karena masa PSBB yang semua rata-rata dilakukan di dalam rumah, dari berkerja, belajar hingga bermain, padahal di kampung-kampung persoalan itu tidak terjadi sama sekali," papar Gustiar.

Pihak PLN, kata dia, terkesan membenarkan terjadinya lonjakan, malah solusi untuk lonjakan pembayaran mereka akan menggunakan dengan skema perlindungan lonjakan yang juga menurut kami sangat aneh dan rancu serta mustahil dilakukan oeh pelanggan-pelanggan di pelosok desa-desa.

"Tak kalah mengerikan faktanya jika diperhatikan di medsos, malah seperti terjadi mobilisasi buzzer, dengan bisa dipetakan bahwa ini merupakan bagian dari prakondisi, serta bagian juga dari teknik culas, menekan konsumen PLN dalam menyampaikan keluhan. Ini menjadi aneh misalnya ketika tiba-tiba munculnya tagar #TagihanPLNOKSaja, ditengah persoalan yang terjadi," katanya.

"Penggunaan listrik meningkat karena pelanggan sendiri, adalah contoh bagaimana mereka berkelit, bukankah lebih elok jika mereka (PLN) memberikan data rincian dasar hitungan penggunaan kWh kepelanggan agar jadi jelas penggunaan jumlah kWh nya bukan hanya jumlah pemakaian kWh saja yang diberikan kepada pelanggan, dan harusnya keluhan warga direspon secara transparan dan beradab." imbuh Gustiar.

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril membantah bahwa pihaknya telah menaikan tarif listrik. PLN, kata Saril, tidak pernah menaikkan tarif listrik karena bukan kewenangan BUMN.

"Pada intinya bahwa PLN itu tidak melakukan kenaikan tarif karena tarif itu adalah domain pemerintah. Kan sudah ada UU yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Jadi PLN tidak akan berani karena itu melanggar UU dan melanggar peraturan dan bisa dipidana bila menaikkan tarif," ujar Bob dalam konferensi pers bertajuk "Tagihan Rekening Listrik Pascabayar", Sabtu (6/6/2020).

Bob Saril menegaskan kenaikan tagihan listrik pelanggan terjadi karena adanya kenaikan pemakaian dari pelanggan itu sendiri.

"Kenaikan tarif ini murni disebabkan oleh kenaikan pemakaian dan kenaikan pemakaian ini murni disebabkan oleh banyaknya kegiatan yang dilakukan di rumah dibandingkan kegiatan sebelumnya pada era normal. Mungkin kita akan lihat juga bagaimana dengan new normal nantinya apakah juga mengalami kenaikan," tambahnya.

Selain itu, Saril juga membantah tuduhan adanya subsidi silang untuk pelanggan 450 VA maupun 900 VA. Sebab, terkait subsidi, hal itu bukan wewenang PLN. (Riswan/Red)