Home Berita Utama Di Lebak, Dana Desa Diduga Pakai Beli Villa Milik Kades

Di Lebak, Dana Desa Diduga Pakai Beli Villa Milik Kades

1416
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Forum Masyarakat Pemerhati Pembangunan Desa (MP2D) Kabupaten Lebak mengendus adanya penggunaan Dana Desa TA 2020 di Desa Cikamunding Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak tidak profesional dan cenderung hanya menguntungkan terhadap pribadi kepala desa.

Kasusnya, DD TA 2020 senilai sekitar Rp150 juta, diduga dipakai untuk membeli villa milik sang kepala desa setempat, Mamun Soleh. Lokasi villa tersebut berada di aera wisata desa Situ Cikamunding. Dalihnya, penggunaan dana untuk pembelian villa tersebut dimasukan dalam kegiatan penataan wisata Situ Cikamunding.

"Anggarannya diperkirakan mencapai Rp150 juta. Pdahal pada TA 2019 Situ Cikamunding direnovasi oleh BUMDes, DD yang digunakan sekitar Rp250 juta. Hingga saat ini belum menghasilkan income apapun dan masih belum selesai karena ada beberapa prasarananya yang masih kurang," kata Ketua MP2D Yusuf Supendi melalui rilis yang diterima wartawan, Kamis 21/5/2020.

Selain itu pembelian villa tersebut, dinilainya tidak jelas target dan sasarannya, bahkan terkesan asal-asalan dan bersifat menguntungkan individu tertentu. "Pembelian villa pribadi terkesan gegabah dan sangat tidak profesional serta tidak tepat sasaran, Kami menduga situasi ini tidak terlepas karena adanya tekanan dari pihak tertentu," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Yusuf, pihaknya juga mempertanyakan pihak-pihak terkait yang harusnya melakukan asistensi terhadap proses ini, padahal jelas-jelas hal itu menurutnya sangat tidak prioritas dan cenderung hanya menghamburkan anggaran dan hanya menguntungkan pribadi orang tertentu.

"Kami mempertanyakan apakah tidak ada pemahaman yang holistik terkait pengelolaan dana desa, jika kemudian nanti villa tersebut dilimpahkan ke BUMDes, adakah analisa usaha terkait pembelian villa tersebut, yang disebut sarana pendukung atau penaataan sarana?, karena bahkan menurut hitung-hitungan kasar saja, kegiatan tersebut sama sekali tidak menguntungkan bahkan cenderung dipastikan justru akan menimbulkan kerugian. Dugaan kami persoalan ini merupakan sebentuk penyalahgunaan dana desa, karena tidak diperhitungkan secara matang dan penuh kehati-hatian," paparnya.

Jika melihat prioritas, kata Yusuf, dana tersebut lebih baik digunakan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat desa, misalnya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peruntukan dan spirit undang-undang yang menyangkut dana desa dalam soal ini menurutnya hampir tidak ada. Yusuf pun mengingatkan kepada TPK desa agar dapat menjalankan penggunaan dana desa sesuai aturan dan skala prioritas.

"Pembelian villa tersebut tidak ada urgensinya sama sekali untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Melihat persoalan ini, kami memohon kepada inspektorat dan kemendes serta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti persoalan ini." tukasnya.

Dihubungi di nomor 081910807xxx melalui telepon seluler dan pesan singkat, Ketua TPK Desa Cikamunding Wandi tidak merespons. Sementara hingga berita ini dilansir, wartawan masih berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dari Kades setempat Mamun Soleh. (Red)