Home Berita Utama Serukan Makmurkan Masjid dan Tolak TKA Cina Masuk RI, Ini 7 Poin Pernyataan Sikap FPUI Banten

Serukan Makmurkan Masjid dan Tolak TKA Cina Masuk RI, Ini 7 Poin Pernyataan Sikap FPUI Banten

1585
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Forum Persaudaraan Umat Islam (FPUI) Provinsi Banten menyampaikan pernyataan sikap dan keprihatinan terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan yang tengah terjadi saat ini. Pernyataan sikap dibacakan langsung oleh Ketua FPUI Banten KH. Enting Abdul Karim di Ponpes Al Islam, Lingk. Tegal Duren Kecamatan Cipocokjaya Kota Serang, Rabu 20/5/2020.

Ada tujuh poin pernyataan sikap yang disampaikan, diantaranya FPUI menyerukan kepada umat muslim agar tetap memakmurkan masjid, meminta masyarakat mewaspadai gerakan komunis serta menyatakan menolak masuknya TKA Cina ke Indonesia dan meminta agar pemerintah lebih mengutamakan tenaga kerja lokal (Indonesia) sebagai upaya untuk mengatasi pengangguran di tengah pandemi Covid-19.

Berikut 7 poin pernyataan sikap FPUI Banten:

Pertama, mendesak DPR RI memasukkan TAP MPRS Nоmоr 25/MPRS/1966 tеntаng Larangan Ajаrаn Komunisme/Marxisme-Leninisme ke dаlаm Rancangan Undang-undang Haluan Idеоlоgі Pаnсаѕіlа dan menyerap aspirasi ulama dalam perumusan RUU haluan ideologi pancasila.

Kedua, Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mencabut (Perppu) No. 1 tahun 2020 tentang corona karena bertentangan dengan UUD 1945 dan Berpotensi terjadinya Korupsi kolektif yang terlindungi dan meminta MK segera membatalkannya, Juga menyerukan kepada DPR RI untuk membatalkan Perpu tersebut.

Ketiga, Menolak pengesahan UU Minerba No.4/2019 yang cenderung dipaksakan ditengah pandemi covid19 untuk mengakomodir kepentingan elite dan asing.

Keempat, Menyerukan kepada Masyarakat, ulama, Cendikiawan Muslim, umat dan para aktivis untuk mewaspadai gerakan komunis gaya baru yang memasuki ruang - ruang kekuasaan dan memberikan jalan penguasaan lahan oleh negara komunis melalui investasi.

Kelima, Menolak segala bentuk Kriminalisasi dan perlakuan hukum yang diskriminatif terhadap ulama , habaib juga umat Islam pada umumnya.

Keenam, Menolak masuknya TKA China ke Indonesia dan meminta kepada pemerintah untuk menggunakan Tenaga Kerja Indonesia sebagai upaya mengatasi pengangguran akibat dampak pandemi covid19.

Ketujuh, Menyerukan kepada umat Islam untuk tetap memakmurkan masjid dengan kegiatan shalat berjamaah seperti shalat fardhu, shalat jumat dan shalat idul fitri serta kegiatan sosial ekonomi umat.

"Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, semoga Allah persatukan umat Islam dan memberikan perlindungan pada kita semua." kata KH Enting (Red)




BERITA POPULER

Protes Jalan 'Rp5 M' Cepat Rusak, Warga Lebak Desak APH Mengusut Tuntas

LEBAK - Ruas jalan Jalan Lebak Siuh (Cijaku) - Pasar Kupa (Cigemblong) yang merupakan jalan kewenangan Pemkab Lebak kondisinya kian memprihatinkan...

Berbagi Di Tengah Keterbatasan

Warisi Spirit Syekh Nawawi