Home Berita Utama PT. Pos Diminta Profesional, KPM BST Jangan Dikumpulkan karena Berpotensi Picu Pungli

PT. Pos Diminta Profesional, KPM BST Jangan Dikumpulkan karena Berpotensi Picu Pungli

455
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Departemen Advokasi, Koordinator Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA), Sudandi mengingatkan agar kegiatan pendistribusian bantuan sosial tunai (BST) dapat jelas tersampaikan secara langsung kepada penerima.

Sudandi berharap kepada semua pihak dapat berperan aktif untuk mengawasi, membantu dan mendukung program pemerintah dalam mendistribusikan bantuan sosial ini.

"Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan bantuan ini untuk kepentingan apapun, bantuan ini harus dipastikan sampai ke tangan penerima tanpa ada potongan sepeserpun," katanya melalui press release, Jumat 8/5/2020.

PT Pos Indonesia (Persero) yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyalurkan BST Covid-19 dari Kemensos, lanjut Sudandi, harus benar-benar profesional dan serius dalam bekerja, yakni petugas harus door to door mengantarkan bansos secara langsung ke rumah-rumah warga atau keluarga penerima manfaat (KPM).

"Keamanan dan kenyamanan warga penerima manfaat dalam pendistribusian bantuan sosial ini harus diutamakan, jangan sampai pihak pos meminta penerima untuk antri atau berkumpul di suatu tempat. Tidak mengumpulkan seperti di kantor desa, kantor pos atau dikumpulkan disuatu tempat tertentu," paparnya.

Tujuannya, lanjut dia, selain untuk menerapkan protokol kesehatan dan prinsip physical distancing, juga untuk mengantisipasi terjadinya praktek curang oknum tertentu, seperti pungutan liar (pungli) atau pemotongan. Karena dengan dikumpulkannya warga di suatu tempat, hal itu (pungli) berpotensi terjadi.

"Proses pendistribusian bantuan harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai kejadian diberbagai daerah terulang akibat buruknya manajemen pendistribusiannya seperti dugaan adanya pungli dan pemotongan yang dilakukan oleh oknum tertentu," tandasnya.

"Petugas harus datang door to door agar tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi menyebabkan penularan COVID-19 lebih luas lagi." tukas Sudandi (Red)




BERITA POPULER