Home Berita Utama Tambang Pasir Kurasa di Cihara Kembali Disoal, Pemerintah Didesak Periksa Izin dan Amdal

Tambang Pasir Kurasa di Cihara Kembali Disoal, Pemerintah Didesak Periksa Izin dan Amdal

606
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Aktivitas tambang pasir kuarsa di blok Cicatong Desa Cihara Kecamatan Cihara kabupaten Lebak yang dilakukan oleh PT. Vivamas Adipratama diduga tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) dan Mengabaikan Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan (UKL-UPL).

Sebelumnya, mengenai aktivitas tambang pasir tersebut sempat dipermasalahkan karena membuang limbah pencucian pasir ke sungai Cihara yang berdampak pada terjadinya pencemaran air permukaan. Kini tambang pasir tersebut kembali disoal.

Sekretaris Dewan Perwakilan Anak Cabang (DPAC) Ormas BPPKB Banten Kecamatan Bayah, Budi Supriadi yang melakukan peninjauan ke lokasi Minggu (12/01) mengaku menemukan kejanggalan. Budi menduga PT. Vivamas Adipratama telah mengabaikan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPPLH), dimana telah membuang limbah pencucian pasir ke sungai dan selain itu Mining area dan Stockpile pemuatan menurutnya berpotensi menimbulkan abrasi

. "Limbah Pencucian terbuang ke sungai dan mining area serta stockpile pemuatan berpotensi menimbulkan abrasi," ujar Budi.

Menurut Budi, di lokasi Penambangan Pasir tersebut juga tidak terpasang Papan Pengumuman IUP OP sebagai Dasar aktivitas.

"Tidak terpasang Papan IUP entah IUP atas nama Perusahaan apa, seharusnya kan terpasang sebagai informasi," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Akhmad Kushaer, Wakil Ketua DPAC Bayah yang turut serta ke lokasi, berharap kepada pemerintah agar segera melakukan upaya penegakan hukum, khususnya dinas pertambangan dan lingkungan hidup agar melakukan evaluasi terhadap aktivitas tambang Pasir kuarsa yang di lakukan oleh PT. Vivamas Adipratama.

"Saya berharap pemerintah bertindak tegas dan melakukan pemeriksaan dokumen perizinan tambang pasir tersebut mulai dari IUP-EK, IUP-OP, AMDAL dan izin Lingkungan." tukasnya (Koez/Red1)