Home Gaya Hidup Rehab Ruang Kelas SD di Baksel, Tukang Akui Tidak Mengacu Desain dan RAB

Rehab Ruang Kelas SD di Baksel, Tukang Akui Tidak Mengacu Desain dan RAB

3090
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Pelaksanaan rehab gedung SDN 1 Cikamunding, Desa Cikamunding Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak disinyalir tidak sesuai dengan rencana, pasalnya para petukang yang mengerjakan tidak mengetahui dan tidak mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain atau gambar.

Dalam pengerjaannya, para petukang hanya mengacu pada hasil penelaahan dengan melihat titik-titik yang rusak. "Bagian-bagian yang perlu diganti kita foto, kemudian fotonya dikirim ke pimpinan. Setelah itu baru dibongkar dan direnovasi," kata Wiarto, kepala tukang ditemui di lokasi, Sabtu 2/11/2019.

Wiarto juga mengaku tidak mengetahui total anggaran untuk renovasi dua ruang kelas dan kamar mandi di sekolah tersebut. Dia hanya mengaku dibayar Rp17 ribu per meter persegi oleh pihak pelaksana, yakni PT Wisana Matakarya.

"Selain di sini, saya juga mengawasi pekerja di empat sekolah lainnya. Jadi semuanya lima sekolah," ujarnya.

Idam (54), salah seorang pekerja mengaku bekerja di tempat tersebut dari jam 08.00 WIB sampai jam 17.30 WIB dengan upah Rp120 ribu per hari. "Kami sudah hampir satu bulan bekerja di sini. Pekerjaan kami mengikuti instruksi dari pak Wiarto," katanya.

Dikonfirmasi via WA Messenger, Parjan, seseorang yang disebut-disebut selaku pihak pelaksana dari PT. Wisana Matakarya tidak merespons. (Riswan/Red)