Home Gaya Hidup Kak Seto Soroti Kasus Pelecehan Seksual Siswi SMK, LPA Lebak Kawal Proses Hukum

Kak Seto Soroti Kasus Pelecehan Seksual Siswi SMK, LPA Lebak Kawal Proses Hukum

501
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi alias Kak Seto turut prihatin atas terjadinya kasus pelecehan seksual siswi SMK yang tengah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kantor UPT Samsat Malingping pada Rabu (9/10) lalu.

Terlebih korban berinisial SR yang notabene masih di bawah umur itu, sebelum diperlakukan cabul oleh tersangka ND, dia terlebih dahulu dicekoki minuman keras dan obat ukuran kecil warna pink sebanyak tiga butir.

Obat yang disebut obat anti alergi oleh Kepolsek Malingping Kompol Budi Warsa itu, didapat dari seorang oknum ASN Puskesmas Malingping berinisial FM. Selain selaku penyedia obat, FM pun disebut-sebut selaku pemilik rumah kontrakan tempat peristiwa keji itu terjadi.

Baca Juga: https://poros.id/4951/siswi-smk-yang-sedang-pkl-dicekoki-obat-keras-hingga-diremas-payudara-di-lebak.html

Kak Seto mengaku bahwa persoalan ini akan menjadi perhatian bagi dirinya."Kami akan coba cek juga ke Polres Lebak dan LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Provinsi Banten," kata Kak Seto dihubungi melalui WA Messenger, Sabtu 19/10/2019.

Terpisah Ketua LPA Kabupaten Lebak Oman Rohmawan mengaku akan mengawal proses hukum kasus yang saat ini tengah ditangani di Unit PPA Polres Lebak itu. Oman mengaku ingin memastikan bahwa proses hukum kasus tersebut berjalan baik dan fair.

Karena kata Oman, ada beberapa proses sebelum peristiwa pelecehan seksual itu terjadi, salah satunya adalah proses dimana tersankga memberikan obat dan miras kepada korban. Ia meyakini, pihak kepolisian Polres Lebak akan menangani kasus ini secara profesional.

"Semestinya semua yang terlibat masuk (jadi tersangka), apalagi kalau drencanakan. Tapi kita percayakan proses hukum ke pihak kepolisian." ujar Oman.

Sebelumnya, Minggu (13/10), tiga orang dilaporkan ke Polsek Malingping soal kasus dugaan pencekokan obat dan miras yang berujung pelecehan seksual. Ketiganya yakni ND dan AG oknum pegawai Samsat Malingping, serta FM oknum ASN Puskesmas Malingping.

Baca Juga: https://poros.id/4954/kasus-39remas-payudara-siswi-smk39-polisi-tetapkan-satu-tersangka-penyedia-obat-keras-bebas.html

Senin (14/10), Kepolisian Polsek Malingping menetapkan satu tersangka dugaan pelecehan seksual, yakni ND, oknum honorer Samsat Malingping. ND dinilai memenuhi unsur untuk ditersangakakan karena diduga telah meremas-remas payudara korban SR beberapa kali. Saat diremas-remas payudara oleh tersangka ND, kondisi korban SR tidak sadarkan diri akibat pengaruh obat dan miras. (Red)