Home Hukrim Tuntut Kejelasan Kasus Pelecehan Seksual Siswi SMK, PGRI Soroti Dugaan Penyalahgunaan Obat

Tuntut Kejelasan Kasus Pelecehan Seksual Siswi SMK, PGRI Soroti Dugaan Penyalahgunaan Obat

870
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Wanasalam Hida Nurhidayat angkat bicara soal kasus pencekokan obat dan Miras yang berujung pelecehan seksual kepada SR, siswa SMK yang tengah menlaksanakan PKL di Kantor UPT Samsat Malingping.

"Kami ingin adanya kejelasan hukum terkait kasus siswi SMK dan kawan-kawannya yang menjadi korban terkait dugaan pelecehan seksual," kata Hida melalui press release yang diterima wartawan, Selasa 15/10/2019.

Hida menyayangkan proses penanganan kasus tersebut, pasalnya kata Hida, menurut informasi yang beredar, kasus tersebut terbatas pada soal pelecehan seksual dan tidak dilakukan pengembangan ke arah dugaan penyimpangan atau penyalahgunaan penggunaan obat-obatan.

Baca Juga: https://poros.id/4954/kasus-39remas-payudara-siswi-smk39-polisi-tetapkan-satu-tersangka-penyedia-obat-keras-bebas.html

"Ini jelas harus diusut tuntas, jika memang ada konspirasi yang dilakukan oleh oknum ketiga orang yang tersebut dalam berbagai media untuk melakukan tindakan pelecehan seksual dengan atribut minuman keras dan obat-obatan," tandas ketua KNPI Malingping itu.

Terlebih, lanjut Hida, kasus ini terjadi terhadap anak-anak perempuan di bawah umur yang dilakukan oleh orang dewasa. "Jelas-jelas ini harus diusut tuntas dan penangkapannya harus kolektif. Sebab hal ini cenderung berimplikasi pada rusaknya moral generasi muda anak-anak bangsa." tukasnya.

Sebelumnya, keluarga korban SR melaporkan tiga nama ke Polsek Malingping, yakni dua orang pegawai Samsat Malingping ND dan AG, serta satu orang oknum PNS Puskesmas Malingping berinisial FM selaku penyedia obat yang diduga obat keras.

Senin 14/10 kemarin, Polsek Malingping menetapkan satu orang tersangka, yakni ND dalam dugaan kasus pelecehan seksual. Sementara AG dan FM dinyatakan bebas karena tidak memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka. (Koez/Red)