Home Artikel Plaku Industri Diminta Sertifikasi Calon Naker Lokal, Diserap dan Diberi Upah Layak

Plaku Industri Diminta Sertifikasi Calon Naker Lokal, Diserap dan Diberi Upah Layak

238
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

CILEGON – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta pelaku industri di Banten membentuk gerakan pengusaha peduli kompetensi untuk menggalakkan gerakan melatih tenaga kerja (naker), dan menyerap atau menggunakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan bersertifikasi dengan disertai penghargaan berupa upah uang lebih tinggi bagi tenaga kerja bersertifikasi.

Terkait dengan itu, kata Andika, Pemerintah Provinsi Banten berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di Provinsi Banten dapat meningkatkan alih teknologi kepada putra-putri daerah Banten atau calon naker lokal.

“Khususnya pelajar SMK melalui program-program kerjasama dengan industri-SMK atau program link and match atau teaching factory dengan industri-industri besar,” kata Andika dalam sambutannya pada acara Pelepasan Angkatan XXI dan Penerimaan Angkatan XXII Program Beasiswa Pendidikan dan Pelatihan Teknisi Industri Kimia (P3TIK), Fakultas Teknik Untirta, Rabu (9/10).

Lebih jauh Andika meminta pelaku usaha industri meningkatkan program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mendukung sektor-sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi masyarakat. Meenurut Andika, melalui Forum CSR pemerintah daerah, industri dan perguruan tinggi bersama-sama dapat menjalankan program internship atau program magang kerja guna meningkatkan kualitas tenaga kerja secara berkesinambungan.

Andika juga mengajak asosiasi industri, asosiasi profesi, KADIN, APINDO, lembaga pendidikan dan pelatihan swasta serta praktisi dari perguruan tinggi untuk membentuk lembaga intermediasi tenaga kerja daerah, yang bertujuan untuk menjembatani kebutuhan lintas sektoral terkait ketenagakerjaan.

Andika mengungkapkan, tantangan yang dihadapi dalam sektor ketenagakerjaan adalah terbatasnya kualitas tenaga kerja, angka pengangguran terbuka dan disparitas pembangunan antara wilayah utara dan selatan Provinsi Banten. “Untuk itu, diperlukan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang produktif, memiliki kompetensi dan daya saing,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Banten sendiri, kata Andika, memiliki program job-matching serta pendidikan vokasi industri yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja yang akan berkorelasi terhadap peningkatan daya saing industri.

Terkait itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Banten berharap program Corporate Social Responsibility, yang mendukung sektor-sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal. Dilanjutkan Andika, Pemerintah Provinsi Banten saat ini tengah menyiapkan perangkat (unit kerja pada OPD) serta Peraturan Gubernur Banten tentang peraturan pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2016 tentang tanggung jawab sosial, kemitraan dan bina lingkungan perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun badan usaha milik swasta untuk mengoptimalkan program kemitraan dan bina lingkungan khususnya di wilayah pedesaan di Provinsi Banten.

Sementara itu, rektor Untirta Fatah Sulaiman usai acara kepada pers mengatakan, P3TIK yang diselenggarakan pihaknya melalui dukungan industri di Banten merupakan upaya perguruan tinggi dalam menyediakan tenaga kerja siap pakai di era revolusi industri 4.0.

“Dengan begitu gap antara kebutuhan industri yang tinggi baik secara kualitas maupun kuantitas dapat terpenuhi oleh SDM lokal yang sudah kita siapkan melalui program beasiswa seperti ini. Semakin banyak yang dapat beasiswa, semakin banyak yang terserap di industri makan angka pengangguran bisa ditekan,” paparnya. (Red)