Home Berita Utama Direspons DPRD Lebak, Pendemo Jalan Rusak: Sayang PUPR Tidak Berani Datang

Direspons DPRD Lebak, Pendemo Jalan Rusak: Sayang PUPR Tidak Berani Datang

362
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Jajaran anggota Komisi IV DPRD Lebak menemui masa aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Penggarangan (AMP) di Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak, Selasa 8/10/2019.

Rombongan komisi IV datang sekitar pukul 13.15 WIB, menemui masa aksi di pimpin oleh sekretaris Komisi IV, Musa Weliansyah.

Menemui masa aksi, Komisi IV berjanji akan melakukan pembahasan seraca serius di DPRD Lebak melalui rapat-rapat pembahasan APBD Lebak tahun 2020.

Hal ini dibuktikan dengan di tanda tanganinya surat pernyataan tentang tuntutan masa aksi yang meminta agar ruas jalan ini menjadi prioritas utama di tahun 2020.

"Ruas jalan ini akan menjadi prioritas utama pembangunan infrastruktur jalan di tahun 2020. Mohon doa dan dukungannya agar kami bisa bekerja dengan optimal," kata Musa.

Agus Ider Alamsyah, anggota Komisi IV DPRD Lebak mengatakan bahwa kedatangan mereka merupakan representatif anggota DPRD Lebak. Jangan melihat daerah pemilihan, karena masing-masing telah di tempatkan di Alat Kelengkapan Dewan.

"Harap bapak dan ibu bisa memahami, ketidak kadiran anggota dewan dari Dapil IV bukan berarti tidak peduli, tapi kebetulan dari Dapil IV tidak ada yang duduk di Komisi IV. Maka kami hadir disini dalam rangka mendengar dan menampung aspirasi masyrakat," ujar Agus.

Sementara itu, Ika Sukandi, tokoh pemuda Desa Cibarengkok mengapresiasi atas kedatangan anggota DPRD Lebak dari Komisi IV. Menurut Ika, kehadiran para wakil rakyat ini menjadi angin segar bagi percepatan pembanguanan ruas jalan ini.

Namun Ika menyayangkan pihak eksekutif, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai dinas teknis tidak berani datang menemui massa aksi.

Selain itu juga Ika mengancam akan mendatangi Kantor Bupati Lebak dan Gedung DPRD Lebak jika dalam jumlah yang banyak, jika ditahun 2020 ruas jalan ini tidak dibangun.

"Kami bersama-sama warga di empat desa tidak akan pantang untuk menduduki kantor Bupati Lebak dan Gedung DPRD Lebak". tukasnya (Riswan/Red)