Home Hukrim KAHMI Banten Tuntut Presiden dan Kapolri Bertanggung Jawab Atas Tewasnya 2 Mahasiswa UHO

KAHMI Banten Tuntut Presiden dan Kapolri Bertanggung Jawab Atas Tewasnya 2 Mahasiswa UHO

373
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Banten menuntut kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk bertanggung jawab atas tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dalam aksi menolak disahkannya RUU KUHP dan KPK di DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari Kamis (26/9).

KAHMI Banten menilai, sikap pemerintah terlalu over acting dalam merespons dinamika mahasiswa yang menuntut dua rancangan UU tersebut dibatalkan. Padahal, mendengarkan aspirasi publik adalah amanat konstitusi yang mesti dijalankan oleh pemerintah.

"Kami menuntut kepada Presiden agar segera membentuk Tim Pencari Fakta Independen guna mengungkap fakta atas tewasnya M. Yusuf Kardawi dan Immawan Randi, serta hilangnya 50 mahasiswa," kata Koordinator Presidium KAHMI Banten, Udin Saparudin melalui press release, Sabtu 28/9/2019.

Aksi mahasiswa yang digelar di berbagai daerah, lanjut Udin, adalah bentuk kebebasan mimbar akademik dan hak berdemokrasi yang dijamin oleh undang-undang. Sehingga menurutnya, pendekatan refresif aparat dalam penanganan aksi-aksi mahasiswa harus dihentikan.

"Untuk itu kami endorong Presiden agar mengevaluasi pendekatan represif aparat terhadap para mahasiswa yang tengah menyampaikan pendapat," ujarnya.

Namun demikian, Udin pun mengaku menyayangkan terhadap aksi mahasiswa yang menimbulkan kerusakan dan kekerasan sehingga memancing pihak aparat melakukan tindakan represif.

"Maka kami imbau kepada seluruh anak bangsa untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan dan kejayaan NKRI." tukasnya.

Untuk diketahui, Randi, seorang mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara tewas saat mengikuti demo menolak RUU KUHP di kompleks DPRD Sultra, Kota Kendari, Kamis (26/9). Mahasiswa tersebut diketahui merupakan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendari.

Randi dinyatakan meninggal karena mengalami luka serius di dada sebelah kanannya, diduga luka tembak. Mahasiswa semester 7 itu dilarikan ke Rumah Sakit Korem pada pukul 15.30 Wita, dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.45 Wita.

Keesokan harinya, Jumat (27/9) M Yusuf Kardawi (19), mahasiswa teknik sipil UHO Kendari, dikabarkan kembali meninggal dunia. Yusuf merupakan korban tewas kedua dalam demo di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara. (Red)