Home Hukrim Tumpukan Material Memakan Badan Jalan di Lebak Disebut Langgar UU LLAJ, Berpotensi Dilaporkan

Tumpukan Material Memakan Badan Jalan di Lebak Disebut Langgar UU LLAJ, Berpotensi Dilaporkan

262
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Aktivis Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Cilograng (GMPC) menyesalkan banyaknya tumpukan material proyek drainase di badan jalan nasional III, tepatnya di daerah Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak.

Selain mengancam keselamatan pengendara, hal itu pun dinilai telah melanggar undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca Juga: https://poros.id/4901/tumpukan-material-proyek-drainase-ancam-keselamatan-pengendara-di-lebak.html

Sekjen GMPC Wawan Setiawan memaparkan, pada pasal 28 ayat 1 undang-undang tersebut disebutkan bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan.

Kemudian pada pasal 274 ayat 1, kata Wawan, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak 24 juta.

"Jika ini terus dibiarkan, maka masyarakat atau pengguna jalan bisa melaporkan ke pihak berwenang," kata Wawan kepada Poros.id, Kamis 26/9/2019.

Baca Juga: https://poros.id/4453/tabrak-material-proyek-drainase-di-badan-jalan-nasional-seorang-pemotor-di-lebak-tewas.html

Wawan menyarankan agar pihak pelaksana segera membereskan tumpukan-tumpukan material yang meliputi batu, pasir dan galian tanah itu, karena kalau tidak, khawatir akan memakan korban.

"Kami minta kepada pihak pelaksana untuk memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Dan kepada pemerintah pemilik program agar tidak tinggal diam, berikan teguran kepada pihak kontraktor." tukasnya. (Riswan/Red)