Home Infotaintment Minta Pemerintah Peka, Aktivis: Warga Baksel Serius Ingin Wujudkan DOB, Pilkada Coblos Kolom Kosong

Minta Pemerintah Peka, Aktivis: Warga Baksel Serius Ingin Wujudkan DOB, Pilkada Coblos Kolom Kosong

2222
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Keinginan Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan sudah digagas selama 34 tahun oleh para tokoh Lebak Selatan (Baksel). Namun hingga saat ini nyaris jalan di tempat lantaran terhalang moratorium.

Demikian diungkapkan aktivis pemuda Lebak Selatan Rizwan Comarade kepada wartawan, Rabu 28/8/2019. Seharusnya, kata dia, pemerintah pusat dapat melihat keinginan warga Baksel yang begitu besar ingin memisahkan diri dari Kabupaten Lebak.

Salah satu bukti keinginan yang besar warga Baksel terpisah dari Lebak, terang Rizwan, telah ditunjukkan pada pada Pilkada Lebak 2018 lalu. Masyarakat di 10 Kecamatan wilayah calon Kabupaten Cilangkahan, menurutnya tidak sedikit yang golput dan memilih kolom kosong.

Misalnya Kecamatan Malingping, suara kolom Kosong pada pemungutan suara yang digelar pada Juni 2018 mencapai 40 persen lebih. "Ini cerminan masyarakat (calon) Kabupaten Cilangkahan yang ingin berpisah dari Kabupaten Lebak," katanya.

Lanjut Rizwan, timpangnya pembangunan, sulitnya mendapat pelayanan, sistem politik, akses ke ibukota kabupaten yang menjadi pusat pemerintahan sangat jauh, dan lainnya, menjadi alasan masyarakat Lebak Selatan ingin mandiri. Namun sayang, menurutnya pemerintah pusat tidak peka melihat kondisi itu.

"Pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Lebak tidak merata bahkan hanya terpusat di wilayah ibukota kabupaten, sehingga Lebak selatan termarjinalkan. Sistem politik dinasti yang menjerat, dimonopoli oleh keluarga, sehingga tidak ada kesempatan bagi putra daerah untuk mengurai ketimpangan yang ada. Itu juga menjadi alasan," paparnya.

Untuk itu, tandas Rizwan, kesenjangan ini harus segera di putus dengan pemekaran DOB Cilangkahan. "Pemerintah dan wakil rakyat harus berupaya merealisasikannya agar Lebak Selatan memiliki kemandirian dalam menentukan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat yang sampai hari ini masih dikungkung oleh egosentris politik dinasti." tukasnya (Red)