Home Berita Utama Miris, Madrasah Diniyah di Kota Santri Pandeglang Kondisinya Memprihatinkan

Miris, Madrasah Diniyah di Kota Santri Pandeglang Kondisinya Memprihatinkan

387
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

PANDEGLANG - Kondisi memprihatinkan dialami oleh 92 siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (DTA) Al Islah Kampung Situpotong Desa Sukamulya Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang. Selama bertahun-tahun mereka menimba ilmu agama di ruang kelas yang kondisinya sudah tidak layak.

Sejak didirikan sekitar 20 tahun silam, bangunan yang memiliki empat ruang kelas itu tidak pernah tersentuh bantuan untuk perbaikan. Alhasil kondisi saat ini, selain dinding ruangan berbahan bilik bambu sudah bolong-bolong, atap bocor dan pelafon ropoh, kramik lantai kelas pun sudah banyak yang terlepas.

Kondisi itu terungkap saat belasan mahasiswa Universitas Mathlaul Anwar (UNMA) Banten melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut. Mereka mengaku prihatin melihat kondisi itu, lantaran di daerah yang berjargon "Kota Santri", masih ada fasilitas pendidikan agama yang kondisinya sangat buruk.

"Bangunannya sudah tidak layak, media pembelajaran dan fasilitasnya juga serba kekurangan. Tetapi saya bangga melihat semangat belajar para siswanya. Begitu pun para ustadznya, meski hanya mendapat honor Rp50 ribu per bulan, tapi tak ada yang mengeluh," kata Winda salah seorang mahasiswi, Rabu 17/7/2019.

Selama 20 tahun berlangsung, kata Winda, tentunya madrasah tersebut sudah sangat banyak melahirkan putra putri bangsa yang berbudi pekerti dan berakhaq baik. Maka menurutnya, sudah selayaknya Pemkab Pandeglang memberikan penghargaan terhadap pengelola madrasah tersebut.

"Penghargaan yang terbaik adalah Pemkab memberikan bantuan untuk bangunan madrasah ini. Mereka sudah ikhlas mengabdi, maka harus disupport," imbuhnya.

Kepala MDTA Al-Islah, Amri mengaku kerap risih dengan kondisi itu. Ia khawatir jika sewaktu-waktu atap asbes dan pelapon yang sudah ropoh itu ambruk dan menimpa para siswanya.

"Bangunannya didirikan tahun 1998, saya juga ingin bangunan ini diperbaiki, makanya saya juga pernah mengajukan proposal ke Depag, tetapi belum ada hasilnya," tukasnya (Red)