Home Berita Utama Guru Bergaji Rp350 Ribu Tinggal di WC, Kewenangan SD Diusulkan Pindah ke Provinsi

Guru Bergaji Rp350 Ribu Tinggal di WC, Kewenangan SD Diusulkan Pindah ke Provinsi

276
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Nining Suryani, guru honorer SD Negeri Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang yang tinggal di toilet sekolah sejak 2 tahun lalu, dinilai menjadi sebuah bukti bahwa pemerintah kabupaten belum serius memperhatikan kesejahteraan para tenaga pengajar yang berstatus honorer.

Padahal, kontribusi mereka dalam mencerdaskan anak bangsa sangat besar, sehingga layak mendapatkan timbal balik yang sepadan dari pemerintah. Diketahui, Nining hanya menerima gaji Rp350 ribu per bulan yang dibayarkan per tiga bulan sekali.

Demikian diungkapkan pegiat pendidikan Lebak Selatan Usep Setiana, Selasa 16/7/2019. Jika memang Pemkab sudah tidak mampu, kata Usep, alangkah baiknya, jika kewenangan SD Negeri kembali di limpahkan kepada pemerintah provinsi sebagaimana halnya SMA, SMK dan SKH Negeri. Dengan begitu menurutnya, para guru honorer SD akan lebih sejahtera.

"Ini sangat memprihatikan. Saat ini SD kewenangannya ada di kabupaten, saya kira kalau ditarik ke Provinsi, para gurunya, khususnya guru honorer akan lebih sejahtera. Sebagaimana para guru honorer di SMA, SMK dan SKH, setelah menjadi kewenangan provinsi, kesejahteraan para gurunya lebih membaik," paparnya, Selasa 16/7/2019.

Meski demikian, Usep yang juga Kepala Sekolah Khusus (SKh) Arafat, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak itu, berharap kepada para guru honorer SD yang ada di Banten agar tetap bersabar dan tetap bertahan mengajar. Karena menurutnya, tanpa ada guru honorer, dapat dipastikan sekolah-sekolah SD yang ada di Banten akan bangkrut.

"Hampir di setiap sekolah SD negeri guru honorer itu mendominasi, guru PNSnya hanya ada beberapa saja. Maka harus ada solusi untuk mengangkat derajat kesehjateraan mereka. Harapannya itu tadi, kewenangannya dialihkan ke provinsi," tandasnya.

Kepala SMA Negeri 1 Panggarangan Kabupaten Lebak, Ujang Witanwi mengakui, sejak kewenangan SMA/SMK dan SKh dilimpahkan dari kabupaten/kota ke provinsi, menurutnya kesejahteraan para guru honorer terus meningkat. Melalui akun facebook resmi miliknya, Ujang menghaturkan terima kasih kepada Gubernur Banten Wahidin Halim yang menggagas kebijakan tersebut.

"Terima kasih Gubernur Banten, sudah menggaji guru honorer di SLTA dan SKh sesuai dengan UMP," tulisnya. (Red)