Home Politik Kongkow Bersama Bahas Kehadiran WH di Kampanye 01, TKD: Kami Berbangga Hati

Kongkow Bersama Bahas Kehadiran WH di Kampanye 01, TKD: Kami Berbangga Hati

2299
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Kehadiran Wahidin Halim pada acara kampanye akbar Jokowi di Banten beberapa waktu lalu hingga saat ini masih jadi pembahasan. Dari mulai akademisi, politisi, pegiat sosial, tim pendukung paslon, hingga aktivis pemuda dan mahasiswa membahasnya dalam acara Kongkow bersama “Membaca arah politik kepala daerah dalam Pilpres 2019” yang digelar di sebuah cafe di Kota Serang, Senin 8/4/2019.

Hal ini menarik jadi pembahasan, pasalnya, WH yang notabene sebagai kader Demokrat itu, idealnya bukan berada di jajaran 01, namun di jajaran 02 Prabowo-Sandi, Paslon yang diusung oleh Partai Demokrat.

Baca Juga: WH dan Andika Hadir di Acara Kampanye Akbar Jokowi

Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) 01 Banten, Bahrul Ulum menegaskan, kehadiran WH dalam kampanye Jokowi pada hari Minggu itu bukan dalam kapasitas sebagai kepala daerah, melainkan sebagai tokoh masyarakat Banten.

Menurut Ulum, pada saat itu bukan hanya WH yang diundang, tetapi juga seluruh kepala daerah di Banten, termasuk Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Tujuannya agar para kepala daerah dapat mengetahui program Jokowi 5 tahun ke depan.

Namun, lanjut Ulum, yang memenuhi undangan hanya beberapa kepala daerah saja, salah satunya Wahidin Halim. Diakui Ulum, kehadiran WH diacara kampanye 01, sekaligus menjadi kebanggaan bagi TKD.

“Kami berbangga hati ketika pak WH, yang notabene anggota partai Demokrat bisa hadir ditengah-tengah kampanye 01, saya meyakini, pak WH mempunyai mata hati yang lebih tajam terkait keberhasilan pak Jokowi selama memimpin bangsa ini. Dan saya meyakini, pak WH mempunyai mata hati yang luar biasa, bahwa pak Jokowi akan mampu membangun kemajuan Indonesia lima tahun yang akan datang,” papar Ulum.

Baca Juga: Soal Kritik Iti ke WH, Azwar Anas: Sebagai Rasa Sayang, Bukan Benci

Ulum mengatakan, meski menurutnya posisi WH sebagai tim penasehat di TKD 01, tetapi pihaknya tidak pernah meminta kontribusi apapun, karena Ulum mengaku tidak menginginkan WH menggunakan jabatan kepala daerahnya untuk kepentingan politik.

“TKD 01 tidak pernah meminta kontribusi apapun dari WH, dan WH tidak pernah memberikan kontribusi apapun, karenaa kita juga gak minta. Persoalan memberikan kontribusi atau tidak, itu tidak jadi ukuran bagi kita, karena kita tidak akan menggunakan jabatan kepala daerahnya, karena itu dilarang oleh undang undang Pemilu,” kata Ulum.

WH dan Demokrat Baik-baik Saja

Ketua Bapilu Demokrat Banten Azwar Anas mengatakan, meski WH membelot, namun menurutnya hubungan Demokrat dengan WH saat ini masih baik-baik saja. Namun demikian, kata Anas, pihaknya belum mengetahui alasan WH berada di jajaran 01, karena hingga saat ini menurut Anas, WH belum menyampaikan baik secara tertutup, maupun secara terbuka alasan dirinya mendukung 01.

“Kita masih menelaah alasan dukungan beliau ke 01, karena sampai hari ini pak WH belum menyampaikan alasannya,” terang Anas.

Adapun terkait pernyataan Ketua DPD Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya belum lama ini yang menyatakan bahwa Wahidin Halim tidak tahu terima kasih, karena bersebrangan dukungan Capres pada Pemilu 2019, menurutnya itu hanya sebuah bentuk kritik.

“Yang disampaikan bu Iti bukan karena marah, tapi selaku ketua DPD wajib mengkritisi kadernya. Itu sebagai rasa sayang bu Iti ke pak Wahidin Halim, bukan karena benci,” kata Anas.

Baca Juga: Iti: Kader yang Tidak Mendukung 02 Tidak Cinta Demokrat

WH Tak Langgar Undang-undang

Akademisi Untirta, Boyke Pribadi menyatakan bahwa tidak ada aturan perundang-undangan yang menyalahkan soal dukungan WH ke 01, itu menurutnya dikembalikan ke AD/ART partai. Namun demikian, yang dilakukan oleh WH adalah hanya pelanggaran fatsun.

“WH yang berada di Demokrat mestinya mendukung 02, tapi nyatanya katanya ada distruktur kepengurusan 01. Tetapi itu boleh diundang-undangnya, yang tidak boleh dia menjadi tim sukses, baik 02 maupun 01,” ujarnya.

Begitu pun soal kehadirannya di kegiatan kampanye 01, menurutnya tidak ada hal yang dilanggar, selain kampanye itu digelar pada hari Minggu, saat itu WH pun tidak melakukan ajakan untuk mendukung 01, melainkan hanya duduk mendampingi Jokowi.

“Pak WH juga kan bilang, bahwa di situ hanya duduk, karena yang datang Presiden. Kecuali terbukti Wahidin mengajak pilih 01, itu baru bisa disalahkan.” tukasnya [Red]