Home Berita Utama Kawal Penyaluran Rastra dan PKH, Mensos Gandeng Polri

Kawal Penyaluran Rastra dan PKH, Mensos Gandeng Polri

436
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menandatangani memorandum kerja sama dengan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita terkait pengawalan program bantuan sosoal (bansos) di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 11/1/2019.

Menurut Tito, kerja sama ini merupakan gagasan Mensos mengingat Polri memiliki jaringan massif hingga level desa. "Kerja sama ini supaya bantuan itu tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah hukum," katanya.

Tito mengatakan, bantuan sosial yang diberikan pada masyarakat kurang mampu banyak ragamnya. Selain Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras sejahtera (Rastra), juga masih ada Bansos lainnya untuk warga yang memiliki keterbatasan seperti disable, mahasiswa kurang mampu, bencana alam dan bencana sosial.

"Selain itu, ada program bantuan tunai untuk keluarga harapan hingga beras sejahtera yang dulu dikenal sebagai beras miskin,” kata Tito.

Menurut Tito, seluruh bantuan sosial ini merupakan bentuk perhatian Presiden pada masyarakat kurang mampu. Sebagai gambaran, bantuan sosial tahun 2018 lalu sekitar Rp 39 triliun, dan pada tahun ini naik menjadi Rp 54,3 triliun.

“Pak Mensos dan Ketua Komisi VIII DPR yang menyetujui anggaran itu, serta Bapak Presiden, mengharapkan anggaran ini betul-betul tepat sasaran pada mereka yang berhak. Tidak bocor,” tegasnya.

Untuk mengawal program tepat sasaran, Kapolri sudah menggelar video confrence dengan seluruh Kapolda, Kapolres dan sebagian Gubernur. Ada juga kepala Dinas Aosia masing-masing wilayah. Selain itu, Polri juga akan membentuk satgas untuk membantu Kemsos yang dikepalai Irjen Muktiono.

“Paralel berpartner dengan Pak Inspektur Jenderal (Irjen) Kemsos yang ditunjuk oleh Bapak Mensos untuk bicara teknis anggaran Rp 54,3 triliun ini jadi paket program kemana saja, setelah itu distribusinya bagaimana karena ini melibatkan network yang luas sampai ke jutaan masyarakat." tukasnya [B1/Red]