Home Berita Utama JaDI: Ada Pihak yang Seolah Melihat KPU Tidak Ada Benarnya

JaDI: Ada Pihak yang Seolah Melihat KPU Tidak Ada Benarnya

117
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi), Nasrulloh mengaku bahwa pihaknya melihat ada tanda-tanda ketidak percayaan publik terhadap Pemilu. Hal itu diakibatkan dari banyaknya isu-isu yang diduga sengaja digoreng untuk menyudutkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Isu-isu tersebut, yakni dari mulai persoalan eKTP tercecer, kotak sura kardus, persoalan DPT, 7 Kontainer surat suara tercoblos, dan terakhir saat ini persoalan penyampaian visi-misi Paslon. Kata Nasrullah, isu-isu tersebut tak henti-hentinya menjadi persoalan yang menjadi perdebatan.

“Ini menjadi ancaman terhadap kepercayaan publik. Ada sebagian pihak yang seolah-olah melihat semua yang dikerjakan KPU ini tidak ada benernya,” kata Nasrulloh, usai menggelar diskusi media di Kota Serang, Rabu 09/01/2018.

JaDi ingin mengajak kepada Bawaslu dan KPU di daerah-daerah, untuk melakukan aksi-aksi, terobosan-terobosan untuk mengembalikan kepercayaan publik seutuhnya terhadap penyelenggara pemilu.

“KPU dan Bawaslu (daerah) jangan hanya terpaku melihat pada situasi riil yang ada yang sangat sentralistik itu. Jangan terjebak berdiam diri menunggu intruksi dari Bawaslu RI, KPU RI,” paparnya.

“Ajak komunikasi masyarakat yang ada di daerah, lalu tampilkan melalui media sosial yang ada, bahwa sesungguhnya ada hal yang berbeda antara keinginan yang ada di pusat dengan yang ada di daerah. Yang ada di daerah tenteram-tenteram saja kok, yang resah ini yang ada di pusat,” imbuh Komisioner Bawaslu RI periode 2012-2017 itu.

Ia berharap, ke depan tidak lagi muncul isu-isu yang dijadikan bahan untuk menyerang KPU. “Kami berharap tidak ada lagi yang mencoba melakukan apapun yang berdampak buruk pada proses Pemilu kita.” tukasnya [Red]