Home Berita Utama Caleg PAN Dapil V Lebak Ajak Masyarakat Sambut Tahun Baru 2019 Dengan Doa dan Dzikir

Caleg PAN Dapil V Lebak Ajak Masyarakat Sambut Tahun Baru 2019 Dengan Doa dan Dzikir

404
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Momen pergantian tahun menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu. Pada momen tersebut, sebagian banyak orang menjadikan ajang berkumpul dengan keluarga, kerabat atau teman di tempat-tempat wisata guna menanti pergantian tahun.

Namun pada momentum tahun baru kali ini mungkin akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, di penghujung tahun 2018 ini, Indonesia khususnya Banten tengah dirundung duka. Bencana tsunami Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung pada 22 Desember lalu, hingga hari ini masih berstatus tanggap darurat.

Menyikapi kondisi ini, pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun 2019 ini tidak dengan hura-hura, seperti menyalakan petasan, kembang api, konvoi kendaraan dan kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak bermanfaat.

Hal ini pun diamini oleh calon anggota DPRD Kabupaten Lebak Dapil V asal Partai Amanat Nasional (PAN), Eep Saepuloh. Ia mengajak kepada masyarakat, terutama masyarakat yang ada di Dapilnya (Kecamatan Malingping, Wanasalam, Cijaku dan Cigemblong) untuk mengisi pergantian tahun ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

"Saya ucapkan selamat tahun baru 2019. Mari kita isi pergantian tahun ini dengan hal-hal yang bermanfaat. Kita rubah perayaan tahun baru kali ini, jangan diisi dengan kegiatan hura-hura, jangan bakar petasan, kembang api, jangan tiup tetrompet. Perbanyak panjatkan doa untuk keselamatan, laksanakan dan perbanyak dzikir agar kita senantiasa selalu mengingat yang maha kuasa," paparnya.

Ia berharap, dengan kekompakan umat Islam mengingat sang kholik, bencana yang tengah melanda akan segera berlalu. "Dan kita yang selamat mudah-mudahan terhindar dan dijauhkan dari segala bencana," imbuhnya.

Caleg PAN nomor urut 3 ini menegaskan, kegiatan-kegiatan positif tersebut menurutnya sebagai bentuk bela sungkawa untuk para korban bencana. Kata Eep, bencana tsunami Selat Sunda adalah duka bagi seluruh anak bangsa.

"Ini adalah sebagai ungkapan bela sungkawa kita terhadap saudara-saudara kita yg tertimpa musibah. Kita harus saling menghargai, karena yang tengah terkena musibah tetap saudara kita." tukasnya. [Rudi/Red]