Home Berita Utama Berlanjut, KUMALA Galang Koin untuk Guru Honorer

Berlanjut, KUMALA Galang Koin untuk Guru Honorer

276
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) Perwakilan Rangkasbitung, kembali turun kejalan untuk menggelar aksi lanjutan dengan melakukan gerakan 1 koin untuk guru honorer yang ada di pelosok daerah.

Dalam aksinya yang berlangsung di Alun-alun Rangkasbitung tersebut, mahasiswa juga sambil membawa kantong plastik kresek berwarna hitam untuk memungut dan mengumpulkan sampah demi menjaga lingkungan sekitar dari maraknya sampah yang berserakan setelah berlangsungnya car free day.

Aksi penggalangan dana ini adalah aksi kemanusiaan dan bentuk kepedulian para aktifis KUMALA Perwakilan Rangkasbitung terhadap tenaga pendidik hususnya guru honorer, yang saat ini dinilai nasibnya sangat memprihatinkan.

"Kami tidak akan pernah bosan dan puas tentunya dengan apa yang ada dan terjadi di Kabupaten Lebak hari ini utamanya terhadap para guru honorer, sebab hingga saat ini kami menilai guru honorer adalah pahlawan pendidikan yang perlu dihargai, guru honorer yang ada di Kabupaten Lebak masih sangat jauh dari kata sejahtera", kata M. Mahrom, sebagai Ketua Umum KUMALA Pw. Rangkasbitung, kepada Poros.id, Senin (17/12/2018).

Mahrom Menuturkan, Dari data yang kami terima, bahwa angka gaji guru honorer yang sering disebut 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' yakni sebesar Rp.300 ribu per 3 bulan, membuat nasib guru semakin tercekik, dari data (Dapodikdasmen) jumlah guru honorer di Kabupaten Lebak itu sendiri mencapai kurang lebih 11.007 orang.

Dalam setengah hari mahasiswa dapat mengumpulkan sebesar Rp.260 ribu dan akan terus berlanjut hingga koin tersebut terkumpul dengan sebanyak mungkin, sehingga dirasa pantas untuk didonasikan kepada para guru honorer yang ada di pelosok Lebak.

"Saat ini kami juga membuka posko di asrama mahasiswa KUMALA daerah Kapugeran, Kecamatan Rangkasbitung, bagi para donatur yang ingin memberikan sumbangannya bisa mendatangi posko, dan kami akan menyalurkannya, selain itu kami akan terus berjuang dengan gagasan yang kami miliki", terang Mahrom.

"Dan saat ini kami memiliki harapan bahwa Kabupaten Lebak ke depan ketika berbicara pendidikan antara Sekolah Negeri dan Swasta tak lantas memiliki perbedaan yang signifikan, karena bagi kami tak ada perbedaan di antara keduanya dengan sama-sama memiliki visi dan misi yang sama untuk mencerdaskan generasi bangsa dan umat", Tutup Mahrom. [Eza]