Home Berita Utama Baru Lima Hari Rampung, Hotmix Dinas Perkim Banten Tipis dan Mengelupas

Baru Lima Hari Rampung, Hotmix Dinas Perkim Banten Tipis dan Mengelupas

315
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Program peningkatan kualitas jalan lingkungan Dinas Prkim Banten kembali di protes. Yang diprotes kali ini pembangunan hotmix yang berlokasi di Kampung Cibayawak, Desa Pagelaran Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

Warga protes dan mengaku kecewa karena selain hotmix tipis dan kasar, di beberapa titik sudah mulai mengelupas. Padahal pembangunan yang dikerjakan oleh CV Tiga Putri dengan anggaran Rp171 juta itu baru rampung pembangunannya sekitar lima hari yang lalu.

Baca Juga: Diduga Kurang Semen, Rabat Beton Perkim di Sumberwaras Kembali Menuai Protes

"Sangat mengecewakan, pembangunannya terkesan asal jadi. Saya selalu pantau pembangunan ini, hanya digilas silinder satu kali, makanya hasilnya seperti ini, hotmix terlihat kasar dan tipis, bahkan ada sebagian badan jalan yang sudah mengelupas," kata Mamat salah seorang warga setempat ditemui Poros.id di lokasi, Senin 03/12/2018.

Dia meminta agar pihak pelaksana segera memperbaikinya. "Kalau seperti ini paling hanya bisa bertahan beberapa bulan, sekarang saja sudah mengelupas, apa lagi saat ini musim hujan," imbuhnya.

Rifai, warga lainnya mempertanyakan ketebalan hotmix yang seharusnya. "Faktanya jalan ini memang tipis, dibeberapa bagian tidak sampai dua centimeter. Tetapi ukuran ketebalan yang seharusnya kami juga tidak tahu, karena volume tidak tercantum di papan informasi," katanya.

Melalui WA Messenger, Kepala Dinas Perkim Banten, M Yanuar menyatakan bahwa seharusnya tebal hotmix tersebut tiga centi meter.

"Ukuran ketebalannya bermacam-macam, tetapi biasanya 3 centimeter. Kalau hotmix mah gak bisa bohong, karena pasti dicoring sehingga terlihat berapa tebalnya dan jenis atau tipe aspalnya. Kalau tidak sesuai dengan hasil coring maka otomatis dipotong pembayarannya sesuai hasil coring," katanya.

Yanuar menegaskan bahwa jika ada pelaksana yang berani bermain dalam proyek pengaspalan, maka menurutnya akan rugi besar, pasalnya pihak Dinas Perkim akan tegas dalam melakukan pembayaran.

"Rekanan ga bisa mengelak kalau seperti itu, mereka malah rugi besar kalau bermain-main di aspal hotmix. Saya mah ketat, gak mau cuma terima laporan dari staf atau pengusaha, tapi harus ada uji labnya." tukas Yanuar [Koez/Red]