Home Hukrim 11 Hari Operasi Zebra, 647 PNS Kena Tilang di Wilayah Hukum Polda Banten

11 Hari Operasi Zebra, 647 PNS Kena Tilang di Wilayah Hukum Polda Banten

259
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG – Hingga hari ke sebelas Operasi Zebra Kalimaya 2018, di wilayah hukum Polda Banten tercatat sebanyak 11.704 kendaraan melanggar peraturan lalu lintas dan dikenakan tilang. Dari 11.704 kendaraan tersebut, sebanyak 9.998 adalah sepeda motor.

Penindakan pelanggar lalu lintas terbanyak ada di wilayah hukum Polresta Tangerang sebanyak 3.734 kendaraan, kemudian disusul Polres Lebak 2.077 kendaraan, Polres Cilegon 1.398, Polres Serang Kota 1.491 kendaraan, Polres Serang 1.150 kendaraan, Polres Pandeglang 781 dan penindakan Ditlantas sebanyak 1.073 kendaraan.

Tercatat para pelanggar lalu lintas Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 647, Karyawan dan pegawai swasta lainnya 8.201, Pelajar dan mahasiswa 1.912, anggota TNI 2 dan lain-lain 181.

“Jumlah tersebut menandakan bahwa masih minimnya pengendara sepeda motor di jalan Raya yang menaati peraturan lalu lintas. Untuk jenis berdasarkan pelaku, kebanyakan karyawan dan pekerja swasta," ujar Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Banten AKBP Setya Sikumbang, Jumat 9/112018. .

Kabidhumas Polda Banten AKBP Whisnu Caraka mengatakan, tujuan digelarnya Operasi zebra ini, selain untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, juga untuk meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan serta untuk menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas

“Korban meninggal dunia akibat Kecelakaan lalu lintas di wilayah Hukum Polda Banten pada tahun 2017 sebanyak 791 orang, operasi zebra ini salah satu upaya untuk meminimalisasinya,” katanya.

Menurut Whisnu, Jika melihat perbandingkan data pelanggar lalu lintas pada tahun lalu dan tahun ini, yang tercatat sampai hari ke sebelas ini mengalami penurunan sebesar 18 persen. “Pada Operasi Zebra 2017 berjumlah 14.307, sedangkan hari ke sebelas  ops zebra 2018 berjumlah 11.704 pelanggar.” Terangnya.

Whisnu membeberkan, pelanggaran lalu lintas roda dua yang paling banyak terjadi, yakni jenis pelanggaran tidak menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sebanyak 2.907 pelanggar.  Sementara untuk posisi kedua ditempati jenis pelanggaran yang berisiko pada fatalitas, yakni melawan arus sebanyak 752 pelanggar, berkendara di bawah umur 31 pelanggar, dan  Penggunaan HP saat berkendara 24 pelanggar, lain-lain 8.371.

“Sedangkan jenis pelanggar untuk kendaran R4 penggunaan safety belt sebanyak 588 pelanggar, melawan arus 25 pelanggar, dan melebihi batas kecepatan sebanyak 45 pelanggar.” tukasnya [Red]