Home Berita Utama Sodetan Cibinuangeun Selesai Dibangun, Sungai Kumuh dan Kotor

Sodetan Cibinuangeun Selesai Dibangun, Sungai Kumuh dan Kotor

10743
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK - Meski sempat menuai ragam persoalan, proyek Penanganan Sungai Cibinuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten yang menelan anggaran Rp6,9 miliar pembangunannya telah selesai.

Persoalan-persoalan tersebut diantaranya munculnya keluhan dari masyarakat yang merasa dirugikan karena jalan di wilayah perkampungannya mengalami kerusakan akibat padatnya mobilitas kendaraan proyek yang mengangkut bahan material bangunan.

Baca Juga: https://poros.id/3128/jalan-desa-rusak-pelaksana-proyek-sodetan-cibinuangeun-diminta-bertanggung-jawab.html

Jalan yang mengalami kerusakan akibat mobilitas proyek itu, yakni jalan poros desa di Desa Bolang, Kecamatan Malingping. Jalan tersebut pun akhirnya ditutup oleh pemerintah desa setempat dan kendaraan proyek dialihkan ke jalur lain.

Selain itu, proyek yang dikerjakan oleh PT. Mahkota Ujung Kulon itu pun sempat tersendat pengerjaannya akibat ditinggalkan oleh puluhan pekerja yang tidak dibayar gajinya oleh pihak pelaksana.

Baca Juga: https://poros.id/3376/upah-tidak-dibayar-puluhan-pekerja-sodetan-cibinuangeun-kabur.html

Saat ini, meski pembangunan diklaim telah rampung, namun masih terpantau banyaknya tumpukan lumpur sisa galian tanah di beberapa titik sepanjang sungai yang tidak dibersihkan. Akibatnya, selain terlihat kumuh dan airnya kotor,  sungai ini pun tidak menutup kemungkinan akan mengalami pendangkalan.

Ditemui di lokasi, salah seorang pihak pelaksana, Udin, mengaku akan membersihkan lumpur tersebut jika sudah ada intruksi dari pihak Dinas PUPR atau pihak terkait lainnya.

"Lumpur itu bukan bekas pengerjaan proyek, itu memang lumpur sungai yang sudah ada sebelumnya. Kalau nanti dinas, pengawas, konsultan dan TP4D menyuruh untuk di keruk, ya nanti kami keruk." tukasnya [Koez/Red]