Home Berita Utama IPM Lebak Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Sulteng

IPM Lebak Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Sulteng

1130
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

LEBAK -  Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR sehingga berdampak pada bencana alam tsunami yang menimpa saudar-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah, pada hari jum'at 28 September 2018 yang lalu.

Bencana alam tersebut merupakan peristiwa yang mengakibatkan kerugian masyarakat, hal ini menjadi keprihatinan bersama untuk turut meringankan dan membantu masyarkat yang terkena bencana alam.

"Bencana alam adalah tentang kesabaran juga ketabahan dan mau bermuhasabah diri karena bencana alam sifatnya tidak ada yang mampu menduga kapan akan datang dan menimpa kita, keluarga, ataupun masyarakat banyak, alangkah indahnya ketika kita mampu meraih kebersamaan dalam ikatan persaudaraan saling tolong menolong" Kata Muhammad Khoitul Isro sebagai Ketua Umum IPM Lebak kepada Poros.id Sabtu, 06/10/2018.

Maka dari itu pimpinan daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Lebak bergerak dan mengadakan penggalangan dana di tiga kecamatan yakni Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Cibeber.

Penggalangan dana IPM peduli bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah berlangsung selama Lima hari mulai dari tanggal 2-8 oktober 2018, dan dana yang terkumpul akan di salurkan ke LAZISMU (Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah).

"Selama lima hari ini kita mengadakan penggalangan dana peduli terhadap sesama yang terkena bencana, alhamdulillah sudah dapat mengumpulkan dana sebesar Rp.3.500,000 dan akan diserahkan ke LAZISMU hari senin besok", Terang Khairul Isro sebagai Ketua Umum IPM Lebak.

Acara penggalangan dana tersebut sekaligus menjalin kerjasama dengan pimpinan ranting IPM SMK Muhammadiyah 1 dan  SMK Muhammadiyah 2 Rangkasbitung, pimpinan ranting IPM SMK Muhammadiyah Leuwidamar, pimpinan ranting IPM SMK Muhammadiyah Cikotok.

"Harapan saya semoga ini menjadikan satu moment kebangkitan bagi kita untuk dapat selalu bersama baik dalam bahagia maupun dalam keadaan duka, karena bagaimanapun kita adalah satu yakni Indonesia", ujarnya (Eza)