Home Pendidikan 10 Tahun Belajar Beralas Tanah, 49 Siswa MTs di Lebak Dipindahkan ke Gedung SD

10 Tahun Belajar Beralas Tanah, 49 Siswa MTs di Lebak Dipindahkan ke Gedung SD

1802
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, LEBAK - Puluhan siswa di Madrasah Tsanawiah (MTs) Mathal'ul Anwar yang berlokasi di Kampung  Sariak Layung, Desa Peucangpari Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak selama 10 tahun harus belajar beralas tanah. Yakni dari tahun 2007 sampai tahun 2017.

Bangunan sederhana yang didirikan melalui swadaya masyarakat tahun 2007 lalu, kian hari kondisinya semakin memprihatinkan, atap bocor, bilik dan kayu-kayunya rapuh termakan usia.

Hingga pada akhirnya, pada sekitar akhir 2017 lalu, sebanyak 49 siswa di sekolah tersebut terpaksa dipindahkan KBM-nya ke gedung SDN 2 Peucangpari. Namun, para siswa di sekolah tersebut kerap mengeluh tidak betah dan meminta pindah kembali ke tempat semula.

Baca Juga: https://poros.id/1692/sudah-5-tahun-siswa-mi-di-malingping-lebak-belajar-di-gubuk-yang-atapnya-bocor.html

"Terkadang ada saja anak yang meminta pindah lagi, karena katanya gak betah numpang di sekolah orang. Mereka sering menuntut bangunan yang baru, tetapi saya dan guru lainnya selalu mengarahkan ke anak-anak agar mereka bersabar," kata salah seorang tenaga pengajar di sekolah tersebut, Pudin kepada Poros.id, Rabu 05/09/18.

Yang membuat 10 tenaga pengajar di sekolah tersebut merasa sedih, lanjut Pudin, selama bertahun-tahun melakukan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang kondisinya tak layak, namun menurutnya tidak pernah ada perhatian dari pemerintah.

Pudin berharap, melalui penyampaiannya di media ini, pemerintah baik daerah mau pun pusat dapat segera membangun sekolahnya, mengingat kata Pudin, 49 siswanya yang masih aktif saat ini perlu diselamatkan.

Baca Juga: https://poros.id/2164/3-ruang-kelas-sdn-1-lebak-keusik-rusak-berat-siswa-belajar-di-bawah-ancaman-atap-ambruk.html

"Minta bantuanya saja untuk didirikan gedung sekolah yang baru, karena kita belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. kalau tidak segera didirikan MTS ini, ada beberapa siswa yang ada, mungkin tida sekolah lagi," ucapnya.

Perangkat Desa Peucang Pari, Umeng membenarkan kondisi itu, menurutnya, saat ini kondisi bangunan sekolah MTs di desanya itu sudah tidak layak pakai. "Benar, kondisinya seperti itu, sangat memprihatinkan sekali. Mudah-mudahan segera mendapat bantuan dari pemerintah." kata Umeng kepada Poros.id melalui WA Messenger. [Rudi/Red]