Home Hukrim Gerakan Masyarakat 'Lawan Korupsi' Persempit Ruang Gerak Koruptor

Gerakan Masyarakat 'Lawan Korupsi' Persempit Ruang Gerak Koruptor

1674
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

SERANG - Dikyanmas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ardiansyah mengatakan bahwa peran serta masyarakat penting untuk dilibatkan dalam melakukan pemberantasan korupsi sehingga dapat mempersempit ruang gerak para koruptor untuk bermain.

"KPK sadar peran serta masyarakat sangat tinggi, dan sekarang di kita dibentuk divisi komunitas dimana dengan melalui komunitas ini kita bisa menyebarkan gerakan-gerakan anti korupsi ke tingkat seluruh elemen masyarakat," kata Ardiansyah saat menjadi pembicara pada diskusi publik yang digelar IWO Banten di Kota Serang, Kamis 30/08/2018.

Melalui gerakan kampanye ini tentu KPK berpikir bagaimana gerakan ini bisa menyentuh ke masyarakat dengan menyuarakan gerakan anti korupsi melalui komunitas komunitas. Kendati begitu, KPK juga sempat maping bersama ICW di Riau, Aceh, Banten, Sumatra Utara dan Papua Barat masih ditemukan banyak komuntias yang fiksi.

"Ini menjadi temuan yang menarik karena setelah kita lakukan ada berapa komunitas setelah kita cek ternyata ada komunitas yg fiktif dan pake logo KPK yg tidak jelas akhirnya kita bingung juga ini kan. Sekarang komunitas yang bener bener itu bisa diitung dengan jari, maka itu melalui kolaborasi seperti ini gerakan pencegahan korupsi bisa digaungkan," ungkapnya.

Sementara itu Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan peran masyarakat sipil sangat penting untuk menekan ruang gerak para koruptor. Sebab saat ini para pejabat pemerintah di daerah sudah banyak yang menerapkan dinasti dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Jadi kita harus optimis dan aktif melakukan gerakan anti korupsi. Jadi jika ingin pemerintah ingin bersih dari korupsi, kelompok masyarakat sipil harus proaktif mengupayakan berbagai hal untuk menekan ruang gerak oknum koruptor di pemerintahan kita." tukasnya [Red]