Home Pendidikan Sekolah Negeri Gratis, Reward dari Pemerintah untuk Siswa Berprestasi

Sekolah Negeri Gratis, Reward dari Pemerintah untuk Siswa Berprestasi

969
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, SERANG - Pemerhati pendidikan di Provinsi Banten, Moch Ojat Sudrajat mengatakan, pemerintah daerah, dalam hal ini pemerintah provinsi di seluruh Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan gratis selalu dimulai dari sekolah negeri terlebih dahulu. Namun demikian kata Ojat, Pemda tidak semata-mata mengesampingkan sekolah swasta, melainkan tetap diberikan subsidi yang terus meningkat secara bertahap.

Begitu pula di Provinsi Banten, Ojat meyakini bahwa pemerintah akan terus meningkatkan bantuan anggaran bagi SMA/SMK/Skh negeri. 

"Sekolah swasta tetap diberikan subsidi. Di Banten untuk Tahun 2017 dan Tahun 2018 sudah diberikan dengan cara hibah yang besarannya di kisaran Rp 500 sampai Rp600 ribu per siswa per tahun. Dan saya yakin secara bertahap sekolah swasta pun akan menerima subsidi yang lebih besar lagi," paparnya, Rabu, 22/08/2018.

Selain itu, lanjut Ojat, sisi positif lainnya, dengan digratiskannya sekolah negeri ini akan menimbulkan adanya persaingan yang sehat untuk masuk ke Sekolah negeri baik SMA, SMK, maupun Skh. Pasalnya, sekolah negeri akan melakukan seleksi yang ketat, sehingga yang dapat duduk dibangku sekolah negeri hanya anak-anak yang prestasinya bagus.

"Melalui seleksi yang kompetitif dan sehat, maka mereka memperoleh reward berupa Pendidikan gratis dari Pemerintah, sebaliknya ketika prestasi mereka tidak bagus dan tidak lulus seleksi, maka Pemerintah daerah tidak memberikan reward akan tetapi Pemerintah Daerah menyediakan subsidi bagi mereka, yakni di sekolah swasta," terangnya.

"Ilustrasinya begini, sama seperti ketika para lulusan SMA/SMK/Skh akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi, maka pilihannya sama, bagi yang memiliki prestasi maka mereka akan memperoleh jalur undangan (PMDK/SNMPTN), atau jalur ujian test masuk (SBMPTN) atau bagi yang mampu jalur mandiri, di PTN. Bagi yang tidak masuk dalam ketiga kriteria tersebut ada Perguruan Tinggi Swasta sebagai alternatifnya. Apabila sekolah swasta juga digratiskan maka siapa yang akan membayar Gaji guru – guru mereka? Dan pengembangan sarana dan prasaranya juga dikembangkan dari mana? Karena asset sekolah swasta adalah milik Yayasan, makanya berdasarkan PP 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan sekolah yang didirikan oleh masyarakat (sekolah swasta) diperbolahkan melakukan PUNGUTAN dan/atau sumbangan kepada Orang tua peserta didik maupun menerima sumbangan dari masyarakat dalam maupun luar negeri," bebernya. [Red]