Home Berita Utama Soal Hibah KNPI Rano, Kepala Inspektorat Banten: Bawa seluruh SPJ untuk kita audit

Soal Hibah KNPI Rano, Kepala Inspektorat Banten: Bawa seluruh SPJ untuk kita audit

118319
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, SERANG - Kepala Inspektorat Provinsi Banten, E Kusmayadi tidak memberikan penjelasan soal (ada tidaknya) pelanggaran pada penggunaan dana hibah KNPI Banten versi Rifai Darus (yang diketuai Rano Alfath) yang disebut-sebut tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan bahkan sudah dilaporkan ke Kejati Banten oleh sejumlah pengurus KNPI Banten versi Fahd A Rafiq, beberapa waktu lalu. 

Namun demikian, Kusmayadi mengaku bahwa pihaknya siap mengaudit dana hibah yang dikucurkan Pemprov Banten senilai Rp700 juta pada 6 Desember 2017 lalu yang sekitar Rp400 juta lebih digunakan untuk membiayai kegiatan pada bulan sebelumnya itu.

Baca Juga: Dana Hibah KNPI Banten: Rp400 Juta Lebih Untuk Rakerda dan Pelantikan

"Sudah begini saja, bawa seluruh Spj (Surat pertanggungjawaban) untuk kita audit," ujarnya kepada poros.id melalui WA Messenger, Rabu, 16/05/2018. Namun, saat dimintai konfirmasi lebih lanjut, soal siapa yang harus membawa SPJ tersebut, Kusmayadi tidak merespons.

Sebelumnya, Ketua DPP KNPI Korwil Banten versi Fahd A Rafiq, Khoerul Umam, mengatakan bahwa penggunaan dana hibah tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Pencairannya kan bulan Desember, tetapi penggunaannya (di SPJ) pada bulan sebelumnya, itu gak boleh," ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 28/04/2018.

Selain Umam,  Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) KNPI Banten versi Fahd A Rafiq, Ipan Hilmawan mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, hal itulah yang menjadi alasan pihaknya melaporkan dana hibah KNPI Rano Alfath ke Kejati Banten, Kamis, 03/05/2018.

"Dana hibah itu dicairkan pada 6 Desember 2017, berarti mereka menggunakan dana hibah Rp700 juta ini hanya dalam waktu 24 hari, karena pada 31 Desember mereka sudah membuat SPJ kegiatan-kegiatannya. Pada kenyataannya ternyata mereka melakukan SPJ ke belakang, ini jelas melanggar peraturan perundang-undangan," ujarnya kepada awak media, Jumat, 4/5/2018, sehari setelah melakukan pelaporan ke Kejati Banten.

Baca Juga: 

Isi Laporan KNPI Ali ke Kejati Banten: Kegiatan KNPI Rano Dilaksanakan Sebelum Pencairan Hibah

KNPI Ali Laporkan Dana Hibah ke Kejati, KNPI Rano Kemungkinan Lapor Balik

Kegiatan-kegiatan itu, kata Ipan, diantaranya adalah Rakerda dan pelantikan pengurus yang menghabiskan anggaran sebesar Rp400 juta lebih. Pelantikan pengurus dilaksanakan pada Rabu 9 Agustus 2017, di Hotel Ratu Bidakara Kota Serang, sementara Rakerda digelar di Hotel Grand Serpong, jalan Raya Thamrin,  Kota Tangerang, pada  29 November 2017. [Yong/Red]