Home Berita Utama Dilarang Tampil, Peserta Panggung Kreativitas Pemuda Dispora Banten Kecewa

Dilarang Tampil, Peserta Panggung Kreativitas Pemuda Dispora Banten Kecewa

7460
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, SERANG - Peserta Panggung Kreativitas Pemuda Dispora Banten asal Kota Tangerang meradang. Pasalnya, saat akan menampilkan kreativitasnya mereka dilarang tampil oleh pihak event organizer (EO) dengan alasan tidak cukup waktu. Akibat kejadian itu, 15 pemuda asal Kota Tangerang itu pun mengaku kecewa.

"Sebelumnya memang kita sudah menampilkan tarian, kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, kita akan menampilkan seni musik Gembong Kromong, tapi gak boleh sama pihak EO. Ini keterlaluan, jauh-jauh kita dari Tangerang, pas mau tampil gak boleh," kata Dewi, selaku Pembina Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kota Tangerang.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, menurutnya alasan pihak EO sangatlah tidak masuk diakal, karena menurutnya peserta pada Panggung Kreativitas Pemuda yang digelar selama lima hari itu tidak banyak. Namun saat pihaknya melakukan protes, pihak EO malah memberikan jawaban yang tidak pantas.

"Ini panggung kami, yang ngatur acara kami, terserah kami," kata Dewi, menirukan kata-kata salah seorang pihak EO tersebut.

Baca Juga: Selama Lima Hari, Dispora Banten Gelar Panggung Kreativitas Pemuda

"Padahal acara ini kan dibiayainya pakai APBD, EO hanya pelaksana saja. Kasihan kan mereka (para peserta), sudah jauh-jauh, peralatan musik semua dibawa, tapi gak bisa tampil," imbuhnya.

Majleis pertimbangan Organisasi (MPO) DPD PPMI Banten, Egi Ramadhan membenarkan hal tersebut, menurutnya para pemuda itu merupakan peserta perwakilan dari DPC PPMI Kota Tangerang. Padahal menurut Egi, sebelumnya mereka sudah melakukan pendaftaran ke pihak panitia.

"Iya benar, saya sudah menerima laporan dari mereka, padahal mereka sudah daftar. Tapi memang pendaftarannya itu tidak ada registrasi yang jelas, hanya lapor saja ke panitia," kata Egi.

Lanjut Egi, hal ini sangat bertolak belakang dengan pernyataan Kadispora Banten Deden Apriandhi pada saat memberikan sambutan di pembukaan acara tersebut, bahwa siapapun dan dari mana pun, pemuda Banten bebas menampilkan kreativitasnya di panggung tersebut.

"Kalau ingat pernyataan pak Kadispora, ini sangat jauh berbeda. Kadispora menyatakan bahwa panggung ini terbuka bagi pemuda untuk menampilkan kreativitasnya," imbuh Egi.

Atas kejadian ini, lanjut Egi, selain Kadispora, KNPI Banten versi Rifai Darus yang terlibat dalam kegiatan ini pun harus bertanggung jawab. "KNPI yang terlibat dalam acara ini pun harus tanggung jawab, karena ini persoalan pemuda." tukasnya.

Hingga berita ini dilansir, wartawan masih berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak even organizer. [Yong/Red]