NEWS UPDATE

Kapolres Siap Tindak Anggota yang Setrum Mahasiswa, Jika Terbukti Menyalahi Prosedur

";
Kapolres Siap Tindak Anggota yang Setrum Mahasiswa, Jika Terbukti Menyalahi Prosedur
Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin (Dok. Bantenpos.co)

POROS.ID, SERANG - Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin menyatakan bahwa tidak akan ada toleransi bagi anggotanya yang melanggar prosedur dalam melaksanakan tugas. Termasuk terhadap salah seorang anggota Sat Sabhara yang menggunakan alat kejut listrik (stun gun) pada saat melakukan pengamanan aksi mahasiswa di KP3B, Curug, Kota Serang, beberapa hari lalu.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Faqih Helmi, salah seorang mahasiswa UIN Banten mengaku disetrum oleh anggota Sat Sabhara Polres Serang Kota saat berorasi pada aksi tersebut. Hal itu pun telah dibenarkan oleh Kasat Sabhara Polres Serang Kota, AKP Olan Banuaran, namun demikian kata Olan, anggotanya tersebut tidak sengaja melakukan hal itu.

Desakan untuk melakukan pengusutan pun berdatangan, diantaranya dari anggota DPRD Kota Serang, M Ali Soerohman dan Akademisi Unma Banten, Eko Suprianto. Mereka meminta agar polisi transparan dalam mengusut kasus tersebut, hingga tuntas.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin, mengaku bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota tersebut. Jika penggunaan stun gun tersebut menyalahi prosedur, kata Kapolres, pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan.

"Saya sudah perintahkan Wakapolres untuk proses dan periksa, kalau ditemukan ada indikasi kesalahan prosedur harus ditindak. Tidak ada toleransi utk tindakan-tindakan diluar dari perintah pimpinan ataupun SOP," kata Kapolres kepada poros.id melalui WA Messenger, Minggu, 15/04/2018.

Menurut Kapolres, alat kejut listrik tersebut merupakan alat khusus (alsus) yang diperbolehkan dibawa oleh anggota Sat Sabhara saat melakukan pengamanan aksi. Namun demikian, Kapolres belum mengetahui apakah penggunaannya sudah sesuai prosedur atau tidak.

"Alat itu memang salah satu dari sekian alut/alsus Polri pengemban fungsi Sabhara, makanya akan kita periksa, penggunaannya sesuai prosedur atau tidak." tukasnya. [Rudi/Red]

 

 




Komentar Via facebook